Kandidat penantang Enrique Riquelme memicu ketegangan dalam pemilihan presiden Real Madrid 2026 setelah berjanji mendatangkan penyerang Erling Haaland jika dirinya terpilih, seperti dilansir dari Suara.
Langkah kampanye Riquelme yang memamerkan jersei Real Madrid dengan nama Haaland tersebut langsung direspons negatif oleh pihak Manchester City melalui ancaman langkah hukum atas penggunaan citra pemain mereka.
Pihak Manchester City segera memberikan klarifikasi resmi untuk membantah spekulasi mengenai kepindahan penyerang asal Norwegia tersebut ke Spanyol.
"Rumor mengenai masa depan Erling Haaland tidak benar. Tidak ada klausul kontrak yang memungkinkan hal itu," tegas juru bicara Manchester City dilansir dari Dailymail.
Klub asal Inggris tersebut juga menyatakan ketidaksenangan mereka terhadap taktik kampanye yang dilakukan oleh kubu Riquelme.
"Kami mempertimbangkan tindakan hukum atas penggunaan citra pemain kami," lanjut juru bicara Manchester City dilansir dari Dailymail.
Di kubu lain, presiden petahana Florentino Perez memilih strategi berbeda dengan mengandalkan nama besar Jose Mourinho sebagai pelatih utama baru guna mempertahankan kepemimpinannya di Santiago Bernabeu hingga tahun 2028.
Mourinho diproyeksikan untuk menakhodai skuad Los Blancos yang sedang mengalami penurunan performa akibat konflik internal serta kegagalan di kompetisi Liga Champions.
Selain menjanjikan kontrak jangka panjang untuk Mourinho, Perez juga membidik beberapa nama besar di bursa transfer seperti Ibrahima Konate dan Denzel Dumfries.
Sebaliknya, Riquelme secara terbuka menolak opsi untuk mempekerjakan kembali pelatih asal Portugal tersebut dan menjanjikan figur lain yang lebih populer di kalangan suporter.
"Jose Mourinho bukan pelatih kami. Kami akan menghadirkan sosok yang benar-benar diinginkan fans," ujar Riquelme.
Visi alternatif yang ditawarkan oleh Riquelme juga mencakup rencana perekrutan gelandang Manchester City, Rodri, serta penunjukan legenda klub Raul sebagai direktur olahraga baru Real Madrid.