Prinsipal tim Mercedes Toto Wolff kini harus menghadapi ketegangan internal baru setelah Kimi Antonelli dan George Russell terlibat persaingan sengit dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026 di Grand Prix Kanada pada Minggu, 24 Mei 2026.
Persaingan dua pembalap Mercedes tersebut memuncak di sirkuit Montreal setelah Antonelli berhasil memenangkan balapan jet darat tersebut, sementara Russell terpaksa menyudahi perlombaan lebih awal pada lap 30 akibat kerusakan unit daya kendaraan.
Hasil balapan kelima dari 22 seri musim ini membuat Antonelli yang berusia 19 tahun sukses mencetak empat kemenangan beruntun dan memperlebar keunggulan menjadi 43 poin atas Russell di klasemen kejuaraan dunia.
Rivalitas internal ini memicu ingatan publik pada persaingan sengit antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg saat Mercedes mendominasi F1 pada periode 2014 hingga 2016 di bawah regulasi lama.
Dilansir dari motorsport.com, regulasi baru Formula 1 tahun 2026 yang mengutamakan peningkatan elektrifikasi kembali berhasil diinterpretasikan dengan sangat baik oleh Mercedes melalui pembuatan unit daya terkuat, mirip dengan situasi satu dekade lalu.
Usai balapan di Montreal, Toto Wolff mengutarakan pandangannya mengenai komunikasi radio anak asuhnya yang sempat memanas serta pengawasan ketat dari pengawas balapan.
"But other than that, I think they behaved like race drivers that race for a championship. So I wouldn't be able to see a fault in that." kata Toto Wolff, Prinsipal Tim Mercedes.
Ketegangan antara kedua pembalap tersebut sebenarnya sudah mulai memanas sejak sesi balapan sprint pada hari Sabtu, ketika Antonelli melebar ke area rumput saat mencoba menyalip Russell.
"I don't know... If I have to watch too many races like this, maybe I should think about slowing down a little." ujar Toto Wolff, Prinsipal Tim Mercedes dalam wawancara bersama ServusTV.
Kondisi ini berbeda dengan era Hamilton-Rosberg karena saat ini Mercedes tidak memiliki keunggulan performa yang sangat jauh untuk bisa dengan bebas mengatur ritme mesin dari dinding pit.
Kimi Antonelli sendiri mengaku bahwa dirinya tidak terlalu menyukai cara mengamankan kemenangan lewat masalah mekanis yang menimpa rekan setimnya.
"Not the way I wanted to win," kata Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Pembalap asal Italia tersebut menyayangkan kegagalan duel mereka di lintasan, meskipun ia tetap mengapresiasi hasil poin penuh yang didapatkan.
"Was going to be a good fight with George. But yeah, we'll take it." ujar Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Sebelum mengalami kerusakan mesin pada hari Minggu, Russell tampil dominan dengan merebut pole position untuk sprint dan balapan utama dengan keunggulan tipis 0,068 detik dari Antonelli.
George Russell mengungkapkan kekecewaan mendalam kepada Sky F1 setelah kehilangan posisi pimpinan balapan akibat kegagalan teknis tersebut.
"A bit lost for words right now," kata George Russell, Pembalap Mercedes.
Meskipun frustrasi karena gagal finis, pembalap berusia 28 tahun tersebut merasa penampilannya sepanjang akhir pekan di Kanada sudah maksimal.
"From my side, I don't feel like there's anything more I could have done this weekend, so I'll leave satisfied. Of course, I'm really damn frustrated with what's happened." ujar George Russell, Pembalap Mercedes.
Di sisi lain, seri Kanada menjadi momen buruk bagi tim juara bertahan McLaren setelah Lando Norris mengalami kerusakan mobil dan Oscar Piastri terlempar ke posisi 11 akibat kesalahan strategi ban.
Menghadapi seri berikutnya, Antonelli mulai mengalihkan fokus pada tantangan sirkuit jalan raya yang akan dihadapi timnya bulan depan.
"could be a tricky one," kata Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Pembalap muda tersebut menegaskan kesiapannya untuk tampil maksimal demi mempertahankan posisi puncak klasemen kejuaraan dunia.
"But we'll try to be ready for anything. And I'll do my best." ujar Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Agenda kejuaraan dunia Formula 1 berikutnya dijadwalkan akan berlangsung di sirkuit jalan raya Monako pada tanggal 7 Juni 2026.