Ambisi besar kini diusung oleh gelandang Timnas Spanyol, Rodri, menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Pemain andalan Manchester City tersebut membidik trofi turnamen akbar ini sebagai pelengkap dari seluruh koleksi gelar juara yang telah diraihnya, seperti dikutip dari Suara.
Gelar juara dunia dinilai menjadi pencapaian tertinggi bagi setiap pesepak bola profesional. Target tersebut menjadi fokus utama sang kapten demi menyempurnakan kesuksesannya di level internasional bersama skuad La Furia Roja pada musim panas nanti.
"Itu akan menjadi pelengkap sempurna dalam karier luar biasa di mana saya beruntung bisa memenangkan begitu banyak trofi. Menjuarai Piala Dunia adalah puncak tertinggi; tidak ada yang bisa melampauinya," kata Rodri dilansir dari laman FIFA, Senin (1/6/2026).
Pemain posisi gelandang bertahan ini memandang trofi kompetisi empat tahunan tersebut sebagai sebuah puncak impian. Keberhasilan memenangkannya diakui akan memicu sensasi luar biasa yang tidak tertandingi oleh pencapaian lain.
"Itu akan terasa luar biasa dan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan, dan saya pikir itulah pencapaian terbesar dalam karier setiap pemain," ungkap pemilik gelar satu Ballon D'or itu.
Mantan pemain Atletico Madrid tersebut tercatat sudah merengkuh kesuksesan besar di level klub dan negara. Di panggung internasional, Rodri sukses mengantar negaranya merengkuh trofi Euro dan UEFA Nations League, sedangkan bersama klubnya ia telah memenangkan Liga Champions, Liga Inggris, Piala FA, serta Carabao Cup.
Meski memiliki reputasi mentereng, peraih Ballon D'or 2024 ini menegaskan bahwa skuadnya tidak merasa tertekan oleh status favorit juara yang disematkan publik. Konteks tersebut dinilai mirip dengan situasi saat mengarungi kompetisi Euro 2024 silam.
"Saya rasa itu bukan sesuatu yang benar-benar berdampak besar kepada kami para pemain. Saya rasa tidak banyak yang menjagokan kami sebelum Euro, tetapi kami berhasil menjuarainya," jelas dia.
"Sekranag tampaknya kami dianggap sebagai salah satu favorit untuk memenangkan kompetisi ini. Namun, itu sama sekali tidak memengaruhi apa pun. Itu hanyalah opini pribadi, sebuah penilaian," imbuh gelandang yang memperkuat Manchester City tersebut.
Konsistensi performa sepanjang kompetisi dipandang menjadi faktor paling krusial untuk meraih takhta tertinggi di turnamen ini. Rodri mengingatkan rekan-rekannya bahwa dinamika turnamen sangat sulit diprediksi dan menuntut fokus penuh pada setiap detail laga.
"Tim yang sangat difavoritkan bisa saja melangkah jauh tetapi gagal tampil baik, dan sebaliknya juga bisa terjadi. Anda harus menjaga tekad dan konsistensi sepanjang turnamen dan, yang terpenting, menyadari bahwa satu hari buruk saja bisa membuat Anda langsung tersingkir," imbuh Rodri.