Beban sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 diklaim tidak memengaruhi mentalitas para pemain Timnas Spanyol. Kesiapan mental skuad berjuluk La Roja tersebut ditegaskan langsung oleh sang kapten, Rodri.
Gelandang Manchester City itu menilai status unggulan yang disematkan publik bukan menjadi penentu kesuksesan sebuah tim saat berlaga di turnamen besar. Seperti dikutip dari Suara, Rodri kemudian mengingatkan kembali momen perjalanan Spanyol ketika berhasil merengkuh trofi Euro 2024.
"Saya rasa itu bukan sesuatu yang benar-benar berdampak besar kepada kami para pemain. Saya rasa tidak banyak yang menjagokan kami sebelum Euro, tetapi kami berhasil menjuarainya," kata Rodri seperti dikutip dari FIFA, Minggu.
Pemain yang berhasil menyabet penghargaan Ballon d'Or 2024 tersebut menambahkan bahwa opini luar mengenai peta persaingan tidak akan mengubah fokus persiapan mereka.
"Sekraang tampaknya kami dianggap sebagai salah satu favorit untuk memenangkan kompetisi ini. Namun, itu sama sekali tidak memengaruhi apa pun. Itu hanyalah opini pribadi, sebuah penilaian," lanjutnya.
Konsistensi performa sepanjang kompetisi berlangsung dianggap mantan pemain Atletico Madrid tersebut sebagai faktor krusial. Menurutnya, tim yang mampu menjaga stabilitas penampilan dalam delapan hingga sembilan laga memiliki kans terbesar untuk menjadi jawara.
Di sisi lain, pesepak bola berusia 29 tahun itu juga mengingatkan sifat dasar Piala Dunia yang kerap menghadirkan kejutan. Detail-detail kecil di lapangan sering kali menjadi penentu utama antara keberhasilan dan kegagalan sebuah tim.
"Tim yang sangat difavoritkan bisa saja melangkah jauh tetapi gagal tampil baik, dan sebaliknya juga bisa terjadi. Anda harus menjaga tekad dan konsistensi sepanjang turnamen dan, yang terpenting, menyadari bahwa satu hari buruk saja bisa membuat Anda langsung tersingkir," ujar Rodri.
Ambisi besar kini diusung Rodri untuk mengakhiri puasa gelar Piala Dunia bagi negaranya, yang terakhir kali diraih pada edisi 2010 silam. Jika misi membawa pulang trofi kedua ini terwujud, koleksi gelar internasional sang kapten kian lengkap setelah sebelumnya memenangi Euro dan UEFA Nations League.