Ronny Gani Garap Film Animasi Garuda Di Dadaku Tanpa Sentuhan AI

Ronny Gani Garap Film Animasi Garuda Di Dadaku Tanpa Sentuhan AI

BASE Entertainment bersama KAWI bersiap meluncurkan film animasi keluarga bertema olahraga sepak bola dengan judul Garuda Di Dadaku. Sinema karya anak bangsa ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026, bertepatan dengan momen libur sekolah.

Proyek layar lebar ini disutradarai oleh Ronny Gani, animator asal Indonesia yang memiliki rekam jejak dalam sejumlah film blockbuster Hollywood. Seperti dilansir dari Medcom, Ronny sebelumnya terlibat dalam produksi sinema global seperti Avengers, Pacific Rim, Aquaman, hingga Transformers.

Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan, Ronny menegaskan bahwa proses pembuatan Garuda Di Dadaku sama sekali tidak menggunakan teknologi AI. Proyek yang berjalan selama tiga tahun ini sepenuhnya mengandalkan kreativitas dan keterampilan para animator lokal.

"Nggak ada. Nggak pakai AI sama sekali di produksi animasi Garuda di Dadaku," tutur Ronny Gani saat ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.

"Karena kita masih percaya dengan kemampuan dan humancraft dari talenta-talenta lokal kita ya," tegasnya.

Ronny memercayai bahwa karya yang diproduksi langsung melalui sentuhan manusia mampu membangun kedekatan emosional yang lebih mendalam dengan pemirsa.

"Kita percaya juga bahwa kalau yang meng-create itu human, akan lebih bisa kena penerimaannya oleh audience kita juga gitu," tutur Ronny.

Langkah ini didukung penuh oleh produser Shanty Harmayn, yang menyatakan bahwa pembuatan film ini mengusung misi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem industri animasi nasional yang berkelanjutan.

"Mungkin dari segi producing, ini kan niatnya juga untuk membangun industri animasi. Jadi, kenapa harus menggunakan AI?," ujar Shanty.

Menurut Shanty, pemanfaatan AI kurang selaras dengan visi utama dalam mengembangkan potensi besar yang dimiliki oleh para animator di tanah air.

"Kita selalu bicara, talenta animasi Indonesia banyak. Jadi niatnya adalah untuk membangun supaya industri animasi Indonesia membuat karya film layar lebar animasi secara konsisten gitu. So, that's the reason why," ungkapnya.

Guna menghidupkan setiap karakter di dalamnya, film ini melibatkan deretan aktor, aktris, hingga konten kreator dari berbagai generasi sebagai pengisi suara.

Beberapa nama yang dipastikan mengisi vokal karakter antara lain aktor cilik Keanu Azka, konten kreator Kristo Immanuel, serta penyanyi anak Quinn Salman. Proyek ini juga diperkuat oleh penampilan dari Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, dan Emir Mahira.

Artikel terkait

Rekomendasi