Presenter Ruben Onsu secara tegas menyanggah tuduhan dari pihak mantan istrinya, Sarwendah, yang menyatakan bahwa dirinya telah melalaikan kewajiban memberikan nafkah anak selama enam bulan terakhir setelah perceraian mereka resmi diputuskan.
Sanggahan tersebut disampaikan langsung oleh Ruben Onsu di Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026, seperti dilansir dari Medcom. Ia menyayangkan sikap pihak Sarwendah yang hanya menilai kontribusi finansialnya berdasarkan jangka waktu singkat belakangan ini.
Masalah nafkah ini sebelumnya mencuat setelah kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membeberkan bahwa Ruben Onsu sudah berhenti menafkahi kedua anak kandung mereka, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, sejak akhir tahun 2025 meski sudah ada kesepakatan tertulis.
Selain perkara uang belanja, keretakan hubungan pasca-perceraian juga berimbas pada komunikasi yang memburuk di antara keduanya, sehingga Ruben Onsu terpaksa melibatkan tim pengacara demi memediasi pembagian waktu bersama buah hatinya.
"Kalau seandainya mudah, enggak mungkin saya akan bilang ke pengacara. Tapi kan ini saya cuma minta, kan berdasarkan pengadilan itu kan ada 4-3 ya gitu," kata Ruben Onsu.
Kendala komunikasi yang berujung ke ranah hukum ini membuat Ruben merasa posisinya sebagai orang tua dipersulit, padahal ia hanya ingin menjalankan perannya dengan baik.
"Ini hal yang buat saya, saya cuma gini: saya ini ayahnya, udah selesai gitu," tutur Ruben.
Terkait pemenuhan nafkah anak yang dituduhkan mandek, Ruben mengingatkan kembali kerja keras dan pengorbanan yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun pernikahan mereka sebelum konflik ini muncul.
"Jadi kalau dibahas tentang nafkah, kalau baru cari nafkah 6 bulan… kemarin-kemarin ketika jadi keringat dan jerih payah, keringat saya capek pun ke mana? Dari mana semuanya? Hanya dinilai dari 6 bulan terakhir gitu," jelasnya.
Merasa disudutkan atas ketidakmampuan menafkahi, Ruben bahkan menantang mantan istrinya untuk menyerahkan seluruh hak asuh dan pemeliharaan anak-anak kepadanya secara penuh.
"Ya udah, kalau tidak sanggup, serahkan anaknya ke saya, saya yang membesarkan," lanjutnya.
Guna mengatasi kerinduan mendalam akibat terbatasnya akses bertemu anak, Ruben kini rutin mengunjungi panti asuhan anak setiap pagi hari sebelum dirinya berangkat kerja.
"Saya tidak mau mengeluh. Saya hanya datang ke panti asuhan anak, itu bisa dicek. Ada beberapa panti asuhan yang saya datangi," ungkap Ruben.
Kehadiran di tengah-tengah anak panti asuhan diakui sang presenter mampu memberikan ketenangan batin tersendiri bagi dirinya.
"Saya pengen ada suasana anak-anak gitu, jadinya saya datang ke sana langsung, saya lumayan tenang gitu," ucap Ruben.
Aktivitas sosial ini dijadikannya rutinitas wajib untuk menjaga kestabilan emosinya agar tetap profesional saat harus memandu program siaran langsung di televisi.
"Paginya saya mampir dulu ke panti, saya bertemu dan bermain bersama anak-anak. Selesai itu saya langsung pergi live. Karena saya tidak mau suasana sedih terus saya bawa di acara yang saya lagi lakukan di live," pungkas Ruben.