Perselisihan mengenai pemenuhan nafkah dan hak kunjung anak melanda pasangan selebritas Ruben Onsu dan Sarwendah pada Minggu, 31 Mei 2026. Konflik ini mencuat setelah pihak Sarwendah menyatakan adanya penghentian pemberian nafkah anak sejak akhir tahun 2025, seperti dilansir dari Suara.
Pihak Ruben Onsu membenarkan langkah penghentian pemenuhan finansial tersebut. Tindakan ini diambil secara sengaja sebagai bentuk aksi protes karena sang ayah merasa dibatasi untuk bertemu dengan kedua putri mereka, Thalia dan Thania.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang memberikan penjelasan resmi mengenai nominal nafkah yang selama ini telah digelontorkan oleh kliennya di Tebet, Jakarta Selatan.
"Kami pernah menyampaikan, (nafkah) ratusan juta, biaya yang tak seharusnya seperti plastik sampah, Rp 9 bulan, dibayar Ruben Onsu," kata Minola Sebayang.
Minola Sebayang menyatakan bahwa kewajiban finansial yang besar tersebut tidak berbanding lurus dengan pemenuhan hak kliennya untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak.
"Tapi apakah hak Ruben untuk bertemu berkumpul dengan anaknya dua sampai tiga hari dalam seminggu itu diberikan? Tidak diberikan," imbuh Minola Sebayang.
Menurut Minola Sebayang, tindakan pembatasan akses ini membuat Ruben Onsu mengambil langkah tegas guna memprotes situasi yang dihadapinya.
"Ruben berpikir, kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, tapi hak lu nggak dapat. Oh, dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya," jelas Minola Sebayang.
Pihak pengacara juga mempertanyakan sikap Sarwendah yang mempersoalkan masalah penghentian nafkah ini setelah berjalan selama setengah tahun.
"Sampai hari ini baru 6 bulan udah teriak," kata Minola Sebayang.
Minola Sebayang kemudian memberikan perbandingan mengenai komitmen tanggung jawab Ruben Onsu dengan kasus-kasus perceraian lain di masyarakat.
"Banyak itu orang-orang yang bercerai, suaminya tidak satu hari pun menafkahi anak," terang Minola Sebayang.
Lebih lanjut, pihak kuasa hukum mengingatkan kembali rekam jejak nafkah jangka panjang yang sudah dipenuhi oleh kliennya sebelum konflik ini terjadi.
"Enam bulan saya enggak dinafkahi anak saya, Lupa yang bertahun-tahun?" kata Minola.