Aktor dan presenter Ruben Onsu memberikan respons singkat setelah mantan istrinya, Sarwendah, mengunggah video permohonan maaf di media sosial. Tanggapan tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, seperti dikutip dari Medcom.
Minola Sebayang menegaskan bahwa materi permohonan maaf dalam unggahan tersebut sama sekali tidak merujuk kepada kliennya. Menurut penilaian tim hukum, video itu justru ditujukan kepada masyarakat serta para penggemar yang merasa tersinggung.
"Kami selaku kuasa hukum Ruben, atas postingan S (Sarwendah) yang meminta maaf ya. Nah, kami tidak bisa memberikan komentar apa-apa. Artinya itu haknya dia. Tapi yang perlu kami garis bawahi, permintaan maaf itu kan sama sekali tidak ada kaitannya dengan klien kami, Ruben Onsu," kata Minola Sebayang.
Pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Ruben Onsu sudah mengetahui keberadaan unggahan tersebut. Kendati demikian, ayah tiga anak ini hanya memberikan reaksi yang sangat pendek dan terkesan sepakat dengan pandangan tim hukumnya.
"Ketika tadi siang saya bertelepon dengan Ruben, saya tanya juga pendapat dia tentang postingan video S yang meminta maaf itu, komentarnya cuma 'oh'. Cuma gitu saja,” ujar Minola Sebayang.
"Jadi tidak ada komentar apa pun, karena memang Ruben juga pasti berpikir itu tidak ada kaitannya dengan dia," kata Minola Sebayang.
Setelah melakukan pencermatan mendalam terhadap setiap kalimat yang diutarakan, pihak Ruben Onsu menilai mantan personel Cherrybelle tersebut hanya fokus pada opini netizen. Tidak didapati adanya niat untuk memulihkan hubungan personal secara langsung dengan Ruben Onsu.
"Semua materi yang disampaikan oleh S dalam postingan itu, kami melihatnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan klien kami, Ruben Onsu,” ucap Minola Sebayang.
"Karena tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan permohonan maaf kepada Ruben Onsu karena sudah, artinya itu, disindir ya, dengan kata-kata 'cong' misalnya, kemudian dengan kata-kata '200 juta' itu," kata Minola Sebayang.
Dampak Psikis dan Reputasi
Kuasa hukum Ruben Onsu juga menyayangkan sikap Sarwendah yang dinilai belum menyadari dampak psikologis serta kerusakan reputasi yang dialami oleh kliennya. Luka hati dan jatuhnya harga diri di depan publik dianggap seharusnya menjadi poin utama jika ada iktikad baik untuk berdamai.
"Tidak ada satu kalimat pun permintaan maaf kepada orang yang telah dicederai hatinya, harga dirinya di depan publik. Jadi kalau kami melihatnya, itu sah-sah saja, silakan S mem-posting video minta maaf tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan klien kami Ruben Onsu," kata Minola Sebayang.
Konteks Persoalan di Media Sosial
Kasus ini bermula dari beredarnya potongan rekaman siaran langsung yang memperdengarkan suara perempuan yang diduga merupakan Wendy Lo, adik kandung Sarwendah. Dalam video yang viral tersebut, terdengar sejumlah untaian kata bertekanan keras yang diduga diarahkan kepada Ruben Onsu.
Pernyataan itu mencakup kata-kata seperti "najis", "cong", hingga umpatan kasar lainnya. Pasca-kejadian tersebut, Sarwendah mengunggah konten penyesalan karena membawa ranah pribadi ke ruang publik, namun ia tidak menyebut nama Ruben Onsu secara spesifik sebagai pihak yang dirugikan.