Presenter Ruben Onsu belum menganggap video klarifikasi dan permintaan maaf mantan istrinya, Sarwendah, di media sosial sebagai penyelesaian masalah karena sang presenter masih mengalami kesulitan untuk menemui kedua anaknya, Minggu (7/6/2026).
Persoalan ini bermula dari siaran langsung Sarwendah di TikTok yang dinilai menyudutkan Ruben Onsu, sebelum akhirnya Sarwendah mengunggah video permintaan maaf khilaf di Instagram, sebagaimana dilansir dari Suara.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa kliennya merasa menjadi pihak yang paling dirugikan namun tidak menerima permohonan maaf tersebut secara personal.
"Dia (Ruben) tidak merasa bahwa klarifikasi itu buat dirinya. Karena kalau kita cermati, permintaan maafnya kan untuk masyarakat karena sudah membuat kegaduhan," kata Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Minola menambahkan bahwa luapan kekesalan Sarwendah saat siaran langsung di media sosial tersebut sangat jelas diarahkan kepada kliennya meskipun tidak menyebutkan nama secara eksplisit.
"Enggak ada tuh (maaf) buat Ruben. Padahal orang yang paling dihina, orang yang paling direndahkan yang terjadi pada saat live TikTok-nya yang menjadi persoalan itu adalah Ruben," ujar Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Pihak Ruben juga menyoroti detail pernyataan Sarwendah dalam siaran tersebut mengenai nominal uang yang merujuk pada sang mantan suami.
"Bolehlah dia (Sarwendah) berkilah tidak sebut nama. Tapi kalau kita bicara tentang Rp200 jutanya enggak perlu disebut nama hewan, siapa sih kalau bukan Ruben lagi?" tutur Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Bagi Ruben, pemulihan akses komunikasi dan pertemuan dengan anak-anaknya jauh lebih mendesak dibandingkan perdebatan mengenai pernyataan maaf di ruang publik.
"Permintaan maaf dari siapa? Ini yang paling penting buat Ruben dia sekarang rindu sama anaknya. Jadi jangan kita diribetkan dengan permintaan-permintaan maaf yang seperti itu," terang Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Minola menegaskan bahwa pemenuhan kesepakatan jadwal pertemuan anak yang telah dibuat sebelumnya menjadi indikator utama penyelesaian konflik ini.
"Permintaan maaf pun kalau kemudian ternyata tidak berujung kepada membuat Ruben bisa bertemu dengan anaknya buat apa," lanjut Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Hingga saat ini, pihak Sarwendah dilaporkan belum membuka jalur komunikasi formal maupun mediasi dengan Ruben atau tim hukumnya setelah kegaduhan tersebut mencuat.
"Kan kita belum dihubungi oleh kuasa hukumnya, ya. Dan klien kami juga belum dihubungi oleh S," ucap Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Ruben berharap sisa perselisihan pasca-perceraian mereka pada tahun 2024 ini dapat dicarikan jalan keluar melalui pertemuan tertutup tanpa melibatkan opini masyarakat.
"Kita cari solusinya, tapi dilakukan di ruang tertutup, bukan dibawa ke ruang publik," imbuh Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.