Petenis putri nomor satu dunia Aryna Sabalenka sukses menyingkirkan wakil Spanyol Jessica Bouzas Maneiro melalui kemenangan dua set langsung 6-4 dan 6-2 di turnamen French Open 2026. Pertandingan babak pertama Grand Slam lapangan tanah liat tersebut berlangsung di Lapangan Philippe-Chatrier, Roland Garros, Paris, Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dilansir dari RRI, hasil positif berdurasi 75 menit ini menjadi kemenangan ke-22 secara beruntun bagi Sabalenka di babak pembuka turnamen Grand Slam sejak terakhir kali kalah pada Australian Open 2020. Di bawah cuaca panas menyengat Paris, petenis unggulan teratas asal Belarus tersebut tampil mendominasi sejak awal laga dengan sempat memimpin 4-0 di set pertama serta 5-0 pada set kedua.
Walau Bouzas Maneiro sempat memberikan perlawanan untuk mengejar ketertinggalan, Sabalenka berhasil merespons agresif di depan net dan menutup laga dengan nyaman setelah sempat gagal menuntaskan servis penentu kemenangan. Kemenangan ini sekaligus mengembalikan momentum positif Sabalenka di lapangan tanah liat pasca tersingkir lebih awal pada turnamen Italian Open di Roma sebelumnya.
"Saya rasa pertandingan pertama selalu menjadi yang paling sulit. Anda masih berusaha mengukur kemampuan sendiri, menyesuaikan diri dengan kondisi, serta mengatasi rasa gugup, " kata Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Setelah memastikan tiket ke babak kedua, Sabalenka terlihat mengompres wajahnya memakai kantong es akibat suhu tinggi di lapangan utama dan memberikan apresiasi langsung kepada para penonton yang hadir.
"Saya senang bisa kembali. Terima kasih atas dukungannya. Hari ini sangat panas, terima kasih sudah tetap bertahan di sini dan jangan lupa untuk tetap terhidrasi," ujar Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Selain performa di lapangan, penampilan Sabalenka juga menarik perhatian karena mengenakan pakaian transparan merah marun dan set perhiasan berlian serta garnet khusus dari merek Material Good asal New York senilai 76.000 poundsterling. Kehadiran jenama mewah ini memperkuat tren keterlibatan mode kelas atas dalam dunia tenis profesional yang dilaporkan kian menggeser dominasi sepak bola di segmen pasar mewah.
"Saya sekarang bisa lebih sering maju ke depan net dan memainkan poin dari sana, dan itu sangat menyenangkan. Saya sangat bangga karena mampu meningkatkan aspek permainan tersebut dan menerapkannya dengan baik di pertandingan," ujar Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Lebih lanjut mengenai status kejuaraan, Sabalenka menegaskan dirinya sudah terbiasa dengan tekanan besar yang melekat sebagai seorang status unggulan utama turnamen.
"Saya pikir semua pemain merasakan tekanan. Tetapi saya sudah terbiasa sehingga tahu bagaimana cara mengabaikannya," ujar Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Pada pertandingan putaran kedua French Open 2026 berikutnya, Aryna Sabalenka dijadwalkan menghadapi petenis tuan rumah Prancis, Elsa Jacquemot, yang lolos setelah menumbangkan Linda Fruhvirtova dengan skor 6-4 dan 6-3.