Sabrina Chairunnisa membagikan momen saat dirinya menjalani proses pembekuan sel telur di New York, Amerika Serikat. Perjalanan medis tersebut diunggah melalui sebuah video singkat di akun Instagram pribadinya, seperti dilansir dari Wolipop.
Mantan istri Deddy Corbuzier ini mengaku tidak pernah menyangka akan mengambil keputusan untuk membekukan sel telur. Langkah medis ini dipilih oleh Sabrina Chairunnisa saat dirinya menginjak usia 33 tahun.
Proses pembekuan sel telur yang dijalani Sabrina Chairunnisa di Amerika Serikat membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Guna menyukseskan prosedur tersebut, ia harus rutin menyuntik area perutnya sendiri selama menetap di New York.
Tindakan menyuntik perut secara mandiri tersebut bertujuan untuk melakukan stimulasi ovarium. Cairan yang disuntikkan umumnya mengandung hormon khusus untuk merangsang indung telur.
Melalui stimulasi hormon ini, indung telur diharapkan dapat memproduksi banyak sel telur matang sekaligus. Sel-sel telur yang matang tersebut nantinya akan diambil dan disimpan dalam proses pembekuan.
Selain rutin melakukan suntik hormon pada perut, Sabrina Chairunnisa juga harus melewati serangkaian pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan wajib tersebut meliputi pemantauan lewat USG dan pengambilan sampel darah secara berkala.
Keputusan Sabrina Chairunnisa untuk melakukan prosedur egg freezing ini mendapat banyak respons positif. Sejumlah penggemar di media sosial memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambilnya.
"Semangat sabrina," tulis salah satu komentar.
Sabrina Chairunnisa sendiri diketahui saat ini memang sedang berada dan menetap di Amerika Serikat untuk menjalani seluruh rangkaian prosedur medis tersebut.