Kiper Paris Saint-Germain (PSG) Matvey Safonov gagal membuat satu pun penyelamatan sepanjang laga final Liga Champions 2025/2026 melawan Arsenal di Puskas Arena, Hungaria. Dilansir dari Detik Sport, pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Les Parisiens melalui babak adu penalti.
Klub asal Prancis tersebut keluar sebagai juara meskipun lini serang Arsenal kesulitan menembus pertahanan PSG. Sepanjang 120 menit laga hingga babak adu penalti, Safonov tidak mampu menghalau tembakan lawan, di mana gol Kai Havertz pada awal babak pertama menjadi satu-satunya tendangan tepat sasaran dari lima percobaan Arsenal.
Sebelum pertandingan penentu itu dimulai, seorang bintang film dewasa asal Rusia bernama Mary Rock memberikan sebuah penawaran khusus kepada Safonov melalui media sosial. Penawaran tersebut berupa hadiah untuk setiap tindakan penyelamatan yang dilakukan sang penjaga gawang di lapangan.
"Halo Matvey Safonov! Sebagai penggemar PSG, saya berharap kamu beruntung dan menang melawan Arsenal di final Liga Champions," tulis Rock di media sosial.
Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan janji bonus performa yang tidak biasa dari dirinya untuk sang pemain.
"Dan untuk membuat kemenangan lebih manis, saya berjanji akan memberimu malam penuh gairah sebanyak penyelamatan yang kamu lakukan dalam pertandingan," ujar Rock.
Unggahan dari bintang film dewasa tersebut langsung memicu reaksi dari istri Matvey Safonov, Marina Kondratiuk. Setelah pertandingan antara PSG dan Arsenal berakhir, Kondratiuk memberikan komentar mengenai tawaran tersebut sembari membeberkan kebiasaan asli suaminya di rumah.
"Seorang aktris porno mendoakan suami saya semoga beruntung di final Liga Champions dan menjanjikan malam yang bergairah untuk setiap penyelamatan," kata Kondratiuk usai laga PSG vs Arsenal, dikutip dari Daily Star.
Kondratiuk kemudian menegaskan bahwa fokus suaminya di malam hari sama sekali tidak berkaitan dengan tawaran yang beredar di media sosial tersebut.
"Dia tidak tahu bahwa bagi suami saya, malam yang penuh gairah berarti mengerjakan teka-teki silang, menonton acara kuis 'What? Where? When?' dan tidur pukul 11.30 malam - karena, sialnya, dia harus bangun pagi keesokan harinya untuk latihan," ujar Kondratiuk.