Samir Nasri Mundur sebagai Pandit Final Liga Champions Setelah Dihina Ultras PSG

Samir Nasri Mundur sebagai Pandit Final Liga Champions Setelah Dihina Ultras PSG

Mantan pemain Timnas Prancis, Samir Nasri, mengambil keputusan untuk mundur dari perannya sebagai pandit untuk pertandingan final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Arsenal di Budapest mendatang.

Seperti dilansir dari Suara, langkah ini diambil oleh Nasri setelah dirinya menjadi sasaran hinaan dari kelompok ultras PSG ketika ia menghadiri pertandingan babak semifinal di kota Munich.

Akibat dari keputusan tersebut, stasiun televisi Canal+ kini telah meniadakan nama Nasri dari daftar akreditasi baru yang dikirimkan kepada UEFA untuk liputan langsung pertandingan puncak tersebut.

Sebelum insiden ini terjadi, mantan gelandang tersebut sebenarnya sudah dijadwalkan untuk hadir secara langsung di stadion sebagai salah satu analis pertandingan.

Pertandingan final Liga Champions musim ini sendiri bakal mempertemukan dua tim yang berstatus sebagai juara domestik.

PSG berhasil melangkah ke partai final setelah mendepak Bayern Muenchen lewat keunggulan agregat tipis 6-5 yang dramatis.

Sementara itu, Arsenal memastikan tempat mereka di babak puncak setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan skor agregat 2-1.

“Ya, itu benar. Tapi itu bagian dari permainan sebagai mantan pemain Marseille untuk dihina oleh fans Paris... meskipun menurut saya mereka punya hal lain yang lebih penting dilakukan, seperti merayakan kelolosan ke final,” kata Nasri kepada L’Equipe.

“Yang mengganggu saya adalah mereka menghina ibu saya... Tapi itu bukan alasan saya tidak pergi ke Budapest untuk final," lanjutnya.

“Itu bukan pertama kalinya saya dihina di stadion, dan tentu bukan yang terakhir. Kalau saya terlalu memikirkannya, saya pasti berhenti bekerja di televisi dan berhenti datang ke pertandingan," ujar Nasri.

“Ini PSG melawan Arsenal, jadi lebih baik ada Robert Pires yang benar-benar fans Arsenal dan David Ginola yang benar-benar fans PSG daripada seseorang yang netral seperti saya di panel. Arsenal memang mantan klub saya juga, tapi saya tidak punya hubungan luar biasa dengan suporternya,” imbuhnya.

Mundurnya Nasri membuat pihak Canal+ kemungkinan besar harus mengandalkan nama tokoh sepak bola lain di dalam tim analis mereka untuk menyiarkan laga di Budapest.

Artikel terkait

Rekomendasi