Samir Nasri Soroti Kepemimpinan Wasit Final Liga Champions

Samir Nasri Soroti Kepemimpinan Wasit Final Liga Champions

Kekalahan Arsenal FC dari Paris Saint-Germain pada babak final Liga Champions di Budapest mendatangkan sorotan tajam mengenai kepemimpinan pengadil lapangan. Mantan gelandang Arsenal FC, Samir Nasri, menilai eks timnya tersebut mendapat hukuman dari wasit pada paruh kedua akibat terlalu banyak mengulur waktu pada babak pertama, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Arsenal sebenarnya sempat unggul lebih awal melalui eksekusi gol Kai Havertz sebelum akhirnya memutuskan bermain bertahan demi meredam agresivitas serangan PSG. Strategi tersebut dinilai memicu ketegasan wasit yang berujung pada keputusan-keputusan yang merugikan Arsenal setelah turun minum.

Nasri memaparkan pandangannya mengenai performa wasit yang memimpin jalannya pertandingan penentu juara tersebut.

"Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup pelanggaran yang merugikan Arsenal. Dia menghukum mereka karena membuang-buang waktu pada babak pertama," kata Samir Nasri, Mantan Gelandang Arsenal FC.

Sikap tegas wasit kembali diuji saat pemain Arsenal, Noni Madueke, jatuh di area penalti setelah berbenturan dengan bek PSG, Nuno Mendes, pada babak tambahan waktu. Tuduhan pelanggaran itu diabaikan oleh wasit serta tidak memicu intervensi dari Video Assistant Referee (VAR).

Nasri berpendapat bahwa keputusan kontroversial di dalam kotak terlarang tersebut merupakan situasi yang dinamis bagi pengadil lapangan.

"Kalau dia memberikan penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Tapi fakta bahwa dia tidak meniup penalti juga bukan sebuah skandal," ujar Samir Nasri, Mantan Gelandang Arsenal FC.

Di samping polemik kinerja wasit, Nasri melemparkan pujian terhadap kompetensi taktis yang ditunjukkan oleh juru formasi PSG, Luis Enrique. Enrique dianggap tetap tenang mengendalikan situasi permainan meskipun anak asuhnya tertinggal gol lebih dahulu.

Nasri menegaskan kepiawaian strategi pelatih asal Spanyol tersebut dalam membawa timnya membalikkan keadaan.

"Dia tidak pernah mengambil risiko tanpa perhitungan. Sejak menemukan formula yang tepat, semuanya berada dalam kendali."

Nasri menambahkan bahwa keunggulan strategi menjadi kunci keberhasilan sang pelatih lawan.

"Dia selalu punya rencana untuk mengalahkan pelatih lawan," kata Samir Nasri, Mantan Gelandang Arsenal FC.

Pertandingan dramatis ini berakhir imbang setelah Ousmane Dembélé mencetak gol penyeimbang lewat titik putih, sebelum PSG akhirnya mengunci gelar juara melalui babak adu penalti.

Artikel terkait

Rekomendasi