PT Samsung Electronics Indonesia menyiasati dampak krisis cip semi konduktor dan memori global dengan menggandeng platform e-commerce untuk menyediakan program promosi penjualan khusus bagi konsumen.
Langkah strategis tersebut diambil demi menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga gawai akibat kelangkaan bahan baku produksi, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
"Krisis chipset dan memori pasti memberikan impact ke Samsung, akan tetapi Samsung tetap berusaha memberikan harga yang kompetitif dan memberikan akses lebih ke konsumen," ujar Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia.
Sebagai bentuk implementasi dari strategi tersebut, produsen teknologi asal Korea Selatan ini menjalin kolaborasi dengan Lazada melalui penyediaan fasilitas bebas biaya pengiriman serta sistem pembayaran cicilan.
"Soal chipset kan sebenarnya kita satu pabrik juga dengan semi konduktor, maka dari itu ada beberapa pertimbangan untuk supply dan kenaikan harga, tapi kami kembalikan lagi untuk menghitung berapanya itu tetap dari features-nya dulu," aku Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia.
Penyesuaian nominal jual pada produk premium seperti Samsung S26 Ultra dipengaruhi oleh penyematan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih tinggi serta spesifikasi prosesor mutakhir di dalamnya.
"Untuk tiga lini smartphone Z, Fold dan S Series, itu target segmennya berbeda-beda. Z series untuk mereka yang produktif, Flip bagi mereka yang kreatif dan trendy, kemudian yang S Series untuk yang suka foto-foto," terang Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia.
Perusahaan menilai bahwa segmentasi pasar yang jelas serta kehadiran momentum belanja besar dapat membantu konsumen dalam menentukan investasi gawai pintar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Kita juga lihat dari konsumen pasti banyak yang rencana beli handphone, karena sebelum lebaran ada S26, A57 dan A37. Karena belanja itu investasi, kayaknya dengan Mega Sale ini bisa memberikan akses lebih ke konsumen baik yang masih consider maupun ke konsumen baru," tutup Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia.