Samsung kini resmi membuka penjualan untuk lini smartphone refurbished miliknya di pasar India. Langkah ini direalisasikan melalui program khusus yang dinamakan Certified Re-Newed, seperti dikutip dari Tekno.
Melalui program tersebut, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menyediakan beragam model ponsel Galaxy dengan banderol harga yang lebih terjangkau. Konsumen bisa menemukan varian mulai dari Samsung Galaxy A56 5G hingga kasta tertinggi seperti Samsung Galaxy S25 Ultra.
Gawai hasil pembaruan ini berbeda dari ponsel bekas pada umumnya. Perangkat refurbished merupakan telepon seluler bekas pakai yang telah melewati rangkaian inspeksi, pembersihan, pengujian perangkat keras, serta validasi perangkat lunak secara menyeluruh oleh pabrikan resmi atau mitra terafiliasi.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan unit refurbished ini menggunakan komponen atau suku cadang yang orisinal. Sistem di dalam perangkat juga dipulihkan ke pengaturan pabrik guna menghapus data pemilik terdahulu sekaligus memperbaruinya dengan sistem operasi paling anyar.
Setiap produk dipasarkan dalam kotak kemasan baru yang higienis. Di dalamnya sudah dilengkapi dengan beberapa kelengkapan standar seperti kabel data USB, alat pelepas kartu SIM, serta buku petunjuk operasional ringkas.
Konsumen yang membeli unit Certified Re-Newed ini juga tetap mendapatkan perlindungan jaminan berupa garansi resmi selama satu tahun. Kebijakan ini serupa dengan proteksi yang diberikan pada pembelian unit Galaxy gres.
Rincian Harga Ponsel Refurbished Samsung
Penurunan harga yang ditawarkan bervariasi bergantung pada tipe dan kapasitas penyimpanan internal. Sebagai gambaran, unit Samsung Galaxy A56 5G varian RAM 8 GB dilepas seharga 31.499 rupee atau mendekati Rp 5,7 juta, lebih murah dari harga barunya yang berada di angka 33.999 rupee atau berkisar Rp 6,2 juta.
Sementara itu, kasta tertinggi Samsung Galaxy S25 Ultra edisi memori 256 GB ditawarkan dengan nominal 97.499 rupee atau setara Rp 17,8 juta. Unit barunya sendiri dipasarkan senilai 99.999 rupee atau berkisar Rp 18,3 juta.
Bagi konsumen yang membutuhkan komparasi harga model lainnya, berikut daftar skema harga untuk lini ponsel refurbished bentukan Samsung di wilayah India:
| Model Perangkat | Kapasitas / RAM | Harga Rupee | Estimasi Rupiah |
|---|---|---|---|
| Galaxy A36 5G | 128 GB | 23.249 rupee | Rp 4,2 juta |
| Galaxy A36 5G | 256 GB | 24.499 rupee | Rp 4,4 juta |
| Galaxy A56 5G | RAM 8 GB | 31.499 rupee | Rp 5,7 juta |
| Galaxy A56 5G | RAM 12 GB | 32.749 rupee | Rp 6 juta |
| Galaxy S25 | 256 GB | 58.749 rupee | Rp 10,7 juta |
| Galaxy S25 Ultra | 256 GB | 97.499 rupee | Rp 17,8 juta |
Tren Global dan Ekspansi Pasar Gawai Bekas
Inisiasi ini digulirkan guna memperluas jangkauan masyarakat terhadap lini ponsel premium besutan Samsung. Di samping itu, program ini juga ditujukan untuk memperpanjang siklus hidup operasional dari produk elektronik yang mereka rilis.
Saat ini, distribusi unit refurbished dari produsen asal Korea Selatan tersebut masih terbatas di wilayah India melalui portal web resmi setempat, sebagaimana dihimpun dari GizmoChina. Mengenai peluang ekspansi program ke negara lain, belum ada informasi lanjutan.
Langkah komersialisasi ini sebenarnya bukan merupakan hal baru dalam peta industri seluler global. Kompetitor utama mereka, Apple, sudah mengadopsi skema serupa lewat sistem Certified Refurbished di beberapa negara untuk memasarkan lini iPhone dengan harga miring.
Berdasarkan data firma riset pasar IDC, minat publik terhadap unit ponsel pintar bekas maupun refurbished yang terstandardisasi menunjukkan grafik kenaikan global. Pengapalan segmen ini menyentuh angka 282,6 juta unit di sepanjang tahun 2022, tumbuh sekitar 11,5 persen dari pencapaian tahun 2021 yang berada di angka 253,4 juta unit.
Pertumbuhan volume pasar untuk industri komoditas sekunder ini diproyeksikan akan terus bergerak secara konsisten. Analisis dari lembaga IDC memperkirakan total pengapalan global gawai refurbished mampu menembus angka 413,3 juta unit pada tahun 2026.