San Antonio Spurs mengalami kendala kehilangan sejumlah pemain pilar akibat cedera di tengah rangkaian pertandingan Final Wilayah Barat NBA 2026 melawan Oklahoma City Thunder.
Dilansir dari bleacherreport.com, garda utama De'Aaron Fox absen sejak gim pertama akibat cedera pergelangan kaki kanan, sementara ruki Dylan Harper mengalami cedera di tengah laga gim kedua pada Rabu, 20 Mei 2026.
Absennya dua pengatur serangan tersebut berdampak pada tingginya jumlah kesalahan sendiri atau turnover tim, termasuk 20 turnover dari Stephon Castle dalam dua laga perdana.
Pusat serangan Spurs, Victor Wembanyama, memberikan tanggapan lugas mengenai performa timnya saat harus bermain tanpa kehadiran dua garda utama tersebut.
"Not well," kata Wembanyama, Pemain Spurs.
Wembanyama menilai bahwa seluruh anggota tim yang berada di lapangan memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan bantuan tambahan dalam menjaga penguasaan bola.
"We've got to help our ball handlers more and take care of the ball," tutur Wembanyama, Pemain Spurs.
Sebelum mengalami kekalahan di gim kedua, San Antonio Spurs sempat mencatatkan kemenangan dramatis 122-115 melalui dua kali babak perpanjangan waktu pada gim pertama yang berlangsung Senin, 18 Mei 2026 di Paycom Center.
Kemenangan di gim pertama tersebut diwarnai performa dominan Wembanyama yang mencetak 41 poin dan 24 rebound, mengungguli rivalnya Chet Holmgren yang hanya mengemas 8 poin dan 8 rebound.
Analis NBA Kendrick Perkins memberikan kritik terbuka terhadap penampilan Holmgren dalam tayangan SportsCenter karena dinilai menghindari duel langsung di lapangan.
"Bisakah Chet berusaha? Itu yang pertama. Bisakah dia mencoba? Karena saya melihat dia menghindari pertempuran malam ini. Saya melihat Chet menjaga pemain lain di perimeter. Saya tidak terlalu sering melihatnya beraksi satu lawan satu menjaga Wemby. Dia tahu perseteruan itu sudah terjadi sejak masa sekola mereka," ucap Perkins, Analis NBA.
Perkins menilai Holmgren belum memperlihatkan mentalitas kompetitif yang setara dengan motivasi besar Wembanyama dalam persaingan sengit mereka di liga.
"Chet Holmgren harus menganggap ini sebagai masalah pribadi. Terutama dalam sisi pertahanan permainan basket. Dia harus menunjukkan mengapa dia merupakan finalis Defensive Player of the Year. Malam ini dia akan kesulitan tidur," lanjut Perkins, Analis NBA.
Di sisi lain, kemenangan Spurs pada gim pertama dipastikan melalui aksi bertahan gemilang sayap mereka, Devin Vassell, yang memblok tembakan jarak dekat Holmgren di sisa waktu 46,1 detik babak perpanjangan waktu kedua.
Vassell mengungkapkan kepuasannya kepada San Antonio Express-News setelah berhasil menghalau upaya poin dari pemain yang memiliki keunggulan tinggi badan tersebut.
"Hell, yeah. Hell, yeah," kata Vassell, Wing Spurs.
Vassell menjelaskan situasi pertahanan tersebut murni didasarkan pada insting untuk menutup pergerakan lawan yang terlepas dari penjagaan.
"Make an impact anyway I can," ujar Vassell, Wing Spurs.
Pemain bernomor punggung 24 itu menegaskan kelemahan postur tubuh bukan menjadi alasan untuk takut melakukan kontestasi udara melawan pemain yang lebih tinggi.
"I was just trying to stay home, but I realized I lost my matchup, and Chet was my matchup," tutur Vassell, Wing Spurs.
Aksi blok krusial tersebut dianggap oleh skuad Spurs sebagai momentum penentu yang mengubah arah permainan di saat-saat terakhir pertandingan.
"So when he got the rebound, it was just a matter of making a play. It was all instinct trying to make a play," ucap Vassell, Wing Spurs.
Vassell menambahkan bahwa mentalitas tanpa keegoisan di dalam tim membuat seluruh pemain merasa nyaman untuk berkontribusi maksimal demi kemenangan bersama.
"They're seven foot, so if I get dunked on, it's like, who cares?" kata Vassell, Wing Spurs.
Semangat pantang menyerah dalam berduel di udara diakui Vassell menjadi pesan kuat yang ingin ditunjukkan oleh lini pertahanan San Antonio Spurs.
"They're already six inches taller than me, so what's the point? But I just want to go up there and get a block or contest or something like that. They're momentum swingers. It really sets a tone for our team," tutur Vassell, Wing Spurs.
Kolektivitas tanpa pamrih di lapangan diakui menjadi kunci kenyamanan bermain bagi seluruh personel tim Spurs di bawah asuhan pelatih Mitch Johnson.
"They really don’t care who gets the credit. They don’t care whose number is called," ucap Vassell, Wing Spurs.
Suasana ruang ganti yang suportif disebut Vassell berhasil menyatukan visi seluruh pemain untuk fokus meraih kemenangan mutlak.
"It’s just great to be a part of it, because at the end of the day, nobody’s selfish. Everybody just wants to win," kata Vassell, Wing Spurs.
Komunikasi antar-pemain di lapangan juga menjadi kunci penting mengingat riuhnya atmosfer Paycom Center yang dipadati oleh 18.203 penonton tim tuan rumah.
"We're just super connected on the court," tutur Vassell, Wing Spurs.
Vassell memaparkan bahwa pemahaman emosional antar-pemain mempermudah koordinasi melalui isyarat tangan ketika instruksi verbal tidak terdengar.
"When it gets loud like that you can't really hear, but we all really know each other: what the next person is doing, what plays they're supposed to be running, what crunch-time offense and defense looks like. So we're able to communicate if we can't hear each other, at least we're talking with our hands and doing something to communicate, but communication is key and that's the big thing that we talk about, and remembering that with that many people, it's that loud, it's hard to be shouting so that everyone can hear you," kata Vassell, Wing Spurs.
Aksi bertahan gemilang dari Vassell mendapatkan pujian khusus dari penyerang Spurs Julian Champagnie yang menyebutnya sebagai titik balik mutlak.
"Shout out to Devin, that block was super important for us," ujar Champagnie, Forward Spurs.
Champagnie meyakini hasil akhir laga perdana akan berubah andai tembakan dari kubu Thunder tersebut tidak berhasil diantisipasi dengan baik.
"We don't win this game without him. I think if they get that bucket, it's a whole different outcome. So big, big block by Devin," tutur Champagnie, Forward Spurs.
Champagnie juga mengakui intensitas suara di dalam arena pertandingan membuat koordinasi taktik normal menjadi sangat sulit diwujudkan.
"Midway through the game I was trying to talk on defense and I couldn't hear myself," kata Champagnie, Forward Spurs.
Mengatasi kendala komunikasi tersebut, Champagnie menjelaskan para pemain mengandalkan ikatan emosional tim untuk tetap menjalankan instruksi pelatih.
"At some point it comes down to team chemistry and all of us knowing, and being on the same page of what the game plan is," tutur Champagnie, Forward Spurs.
Penerapan strategi menyerang pada kuarter akhir diakui mengalir secara alami berkat kesepahaman yang kuat antar-pemain.
"And just executing on offense really, that was pure instinct last night," kata Champagnie, Forward Spurs.
Dalam siaran NBA on Prime, Victor Wembanyama menyatakan kepuasan personalnya terhadap komitmen pertahanan kolektif yang ditunjukkan oleh timnya.
"Feels like everybody's taking pleasure in executing the game plan, and personally this series was probably the most fun I had on defense," kata Wembanyama, Pemain Spurs.
Wembanyama merasakan tingkat kesalingtergantungan yang tinggi di lini belakang sehingga memudahkannya mengamankan area bawah ring.
"Me too. Everybody was on a string, everybody was connected, and I was about to go help somebody cause I know my teammate has my back, everybody just went together, and that's the most fun I had on defense," tutur Wembanyama, Pemain Spurs.
Strategi bertahan ketat ini didukung oleh performa ruki Dylan Harper yang mencatatkan tujuh kali steal sebelum akhirnya harus menepi karena mengalami cedera.
"I think that's kind of a calling card," kata Harper, Pemain Spurs.
Harper menekankan bahwa kerja sama pertahanan kolektif akan tetap menjadi tumpuan utama San Antonio Spurs dalam menghadapi sisa laga di babak final.
"When it gets to the end of the game and things of that nature, that's something we're gonna rely on every time, is just being connected with defense and making sure that we're all playing team defense, not just one on one," tutur Harper, Pemain Spurs.
Atmosfer penonton lawan yang agresif diakui oleh Pelatih Spurs Mitch Johnson menjadi tantangan tersendiri bagi kesiapan mental skuad mudanya.
"Any time you play a team that has had the level of recent success as the Thunder have, the fans are very, very enthusiastic and bring energy to support," ujar Johnson, Pelatih Spurs.
Johnson memaparkan situasi bising tersebut menuntut kemandirian penuh para pemain untuk saling mengoreksi posisi tanpa menunggu arahan dari bangku cadangan.
"I would say that this would be probably one of the higher-end fan bases, and ours, in terms of what the environment is like... More than anything, it really puts emphasis on players to handle the calls and communicate with each other, because there's no way anyone on the sideline for myself or whoever's coaching is going to be able to get all five guys' attention," kata Johnson, Pelatih Spurs.