San Antonio Spurs Tekuk Oklahoma City Thunder pada Gim 4

San Antonio Spurs Tekuk Oklahoma City Thunder pada Gim 4

San Antonio Spurs berhasil mengalahkan Oklahoma City Thunder dengan skor 103-82 pada gim keempat Final Wilayah Barat Playoff NBA di Frost Bank Center pada Minggu malam waktu setempat untuk menyamakan kedudukan seri menjadi 2-2.

Victor Wembanyama memimpin kemenangan tuan rumah dengan mencetak 33 poin, termasuk sebuah tembakan tiga angka tepat sebelum bel akhir babak pertama berbunyi. Di sisi lain, Oklahoma City Thunder tampil pincang tanpa Jalen Williams dan Ajay Mitchell akibat cedera, sehingga Shai Gilgeous-Alexander tertahan di angka 19 poin.

Kemenangan telak ini menjadi respons penting bagi San Antonio Spurs setelah pada gim ketiga yang berlangsung Jumat malam di arena yang sama, mereka takluk dari Oklahoma City Thunder dengan skor 108-123 karena kalah produktivitas bangku cadangan.

Pemain asal Prancis, Victor Wembanyama, mengungkapkan bahwa dalam menghadapi babak penentuan ini dirinya harus menekan ego individu demi permainan kolektif tim.

"Saya merasa kesulitan membuat rekan setim saya menjadi lebih baik saat ini. Persentase tembakan saya tidak buruk. Saya perlu bekerja sama dengan tim, memberikan umpan lebih baik, merebut rebound, mendorong pertahanan lebih jauh dan melihat seberapa banyak saya membantu rekan setim," kata Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Pemain yang meraih gelar Defensive Player of the Year 2026 tersebut juga menyadari bahwa skuat muda San Antonio Spurs menghadapi tekanan mental yang sangat tinggi dalam penampilan perdana mereka di fase gugur.

"Ini playoff pertama saya. Ini playoff pertama bagi sebagian besar pemain kami. Tentu saja akan ada tantangan berat. Itu sudah seperti yang kami perkirakan. Tetapi sekarang kami akan melihat kemampuan kami," ucap Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Wembanyama mengekspresikan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari atmosfer persaingan yang ketat dan kompetitif di NBA.

"I’m just glad to be a part of something that’s growing to be so beautiful," kata Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Wembanyama kemudian menambahkan pandangannya mengenai esensi dari permainan bola basket yang murni dalam kompetisi ini.

"So pure and ethical basketball." tambah Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Sementara itu, guard San Antonio Spurs, De'Aaron Fox, yang memaksakan tampil meski didera cedera pergelangan kaki kanan sejak laga melawan Minnesota Timberwolves, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tim tanpa mengeluh.

"Ya, maksudku, ini benar-benar sulit," kata De'Aaron Fox, Pemain San Antonio Spurs.

Fox merasa tindakan penyelaman dari pemain Thunder, Lu Dort, pada gim ketiga merupakan sesuatu yang merugikan, namun dirinya tetap bersyukur bisa berkontribusi di lapangan.

"Tentu saja mengecewakan karena tidak bisa tampil 100 persen. Tapi seperti yang saya katakan, saya bisa tampil di luar sana, jadi itulah yang terpenting bagi saya saat ini." kata De'Aaron Fox, Pemain San Antonio Spurs.

Kontrak besar senilai 229 juta dolar AS yang ditandatangani Fox sempat memicu diskusi mengenai masa depannya bersama tim, tetapi dirinya mengaku sangat bahagia berada di bawah asuhan pelatih Mitch Johnson.

"Saya merasa masih punya banyak tahun tersisa dalam karir saya," kata De'Aaron Fox, Pemain San Antonio Spurs.

Pemain berusia 28 tahun tersebut merasa sangat beruntung bisa berada di tim legendaris ini dan menolak untuk meratapi kendala fisik yang dihadapinya.

"Ditambah lagi, saya diberkati berada di posisi ini di sini, dan melakukan hal ini, jadi saya tidak bisa mengasihani diri sendiri." tambah De'Aaron Fox, Pemain San Antonio Spurs.

Di kubu lawan, bintang utama Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, menanggapi dengan santai sorakan ejekan dari para pendukung tuan rumah di San Antonio yang kerap meneriakinya sebagai pemain yang suka menjatuhkan diri demi pelanggaran.

"The way I see it, the fans, the people that watched the games and root against us, they want their team to win," ujar Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Pencetak angka andalan Thunder tersebut menilai bahwa protes penonton lawan terhadap jumlah tembakan bebas yang didapatnya adalah hal wajar dalam olahraga profesional.

"You will never hear an Oklahoma City Thunder fan complaining about my free throws. You will never hear a Lakers fan complaining about LeBron or Luka’s free throws." tambah Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Gilgeous-Alexander secara terbuka memahami rasa frustrasi para pendukung lawan terhadap efektivitas permainan dan agresivitasnya.

"I get it, guys," lanjut Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Pemain berusia 27 tahun tersebut secara berseloroh mengakui bahwa dirinya pun akan merasakan hal yang sama jika berada di posisi suporter lawan.

"I would hate me too." kata Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Meskipun performanya menurun pada gim keempat, Gilgeous-Alexander menegaskan bahwa tekanan penonton justru memberikan motivasi tambahan baginya di lapangan.

"I expect that from the opposing team," ujar Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Dirinya menganggap dinamika kebencian suporter tim lawan adalah bagian yang membuat kompetisi olahraga menjadi jauh lebih hidup.

"They’re not going to like me. They shouldn’t. I get it. It is part of the game. They’re doing their part in making the game exciting. Watching sports, playing sports, my whole life — that’s always what it’s been in. Just because it’s me, it’s no different. I expect that from them. I honestly like it. It makes the game more interesting and more fun, more exciting. Whether they’re for or against me." tambah Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Mengenai kekalahan telak di gim keempat setelah sempat mencuri kemenangan di gim ketiga, Gilgeous-Alexander mengingatkan timnya untuk segera bangkit.

"They obviously jumped on us early," kata Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Dirinya menekankan pentingnya menjaga fokus pada penguasaan bola berikutnya daripada meratapi hasil pertandingan yang sudah lewat.

"First game in their building. The crowd was going to be behind them. They were going to be excited to play. We just wanted to make sure that we competed from that point on." tambah Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Gilgeous-Alexander mengakui skuatnya sempat kekurangan energi di awal laga, namun hal itu kini menjadi bahan evaluasi total.

"We obviously didn’t give our best effort to start the game, but you can’t do nothing about it. It’s behind us. So all I could do was focus on the next position, and we did that." lanjut Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Rekan setimnya, Shai Gilgeous-Alexander, juga memberikan komentar singkat mengenai kemenangan pada laga sebelumnya yang didapat lewat kerja keras seluruh tim.

"We just went out there and competed," ujar Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Gilgeous-Alexander secara khusus memuji kontribusi pebasket cadangan Jared McCain yang dinilai tampil sangat percaya diri di tengah tekanan atmosfer Frost Bank Center.

"He just oozes confidence," kata Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Menurutnya, McCain selalu berada dalam mode menyerang dan menjadi solusi krusial saat lini depan tim mengalami kebuntuan akibat penjagaan ketat.

"He knows exactly who he is, he knows exactly what he does, and he goes out there and does it no matter what. Whether the ball goes in or out he makes the next play, he makes the best play for himself and for the guys out there. He’s always aggressive, always in attack mode and we needed it tonight." tambah Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.

Pelatih Kepala Oklahoma City Thunder, Mark Daigneault, menilai kedisiplinan taktis pertahanan skuatnya pada gim ketiga menjadi modal berharga bagi tim, walaupun skema tersebut gagal diulang pada gim keempat.

"Other than the first 15 points, our defense was really tight," kata Mark Daigneault, Pelatih Kepala Oklahoma City Thunder.

Daigneault menekankan bahwa menghadapi tim asuhan Mitch Johnson memerlukan konsistensi tingkat tinggi dan organisasi permainan yang rapi.

"We got back, settled down into the halfcourt. Our offense had something to do with that. We ran good offense tonight, despite the fact that they were amped up and ready to go, the Spurs were. It’s a discipline series. We did that. We couldn’t be reckless against them, they are too good with the ball, too well coached, too talented. So you’ve got to be able to do it with discipline. I thought we really were disciplined tonight." tambah Mark Daigneault, Pelatih Kepala Oklahoma City Thunder.

Di sisi lain, keunggulan performa dari pemain veteran Alex Caruso di sepanjang seri ini turut mendapat apresiasi dari senter utama Thunder, Chet Holmgren.

"I think the most impressive thing is, he makes the plays that have nothing to do with physical ability," ujar Chet Holmgren, Pemain Oklahoma City Thunder.

Setelah hasil imbang pada gim keempat ini, seri Final Wilayah Barat akan bergeser kembali ke markas Oklahoma City Thunder untuk pelaksanaan gim kelima yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam.

Artikel terkait

Rekomendasi