San Antonio Spurs memastikan diri lolos ke babak Final NBA setelah menumbangkan tuan rumah Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 pada gim ketujuh Final Wilayah Barat pada Sabtu malam, 30 Mei 2026. Aksi blok krusial dari Luke Kornet di kuarter keempat menjadi momen kunci yang mengamankan kemenangan krusial bagi kubu Spurs.
Saat laga menyisakan sekitar 6,5 menit di kuarter terakhir, San Antonio Spurs tengah memimpin 97-91 sebelum kehilangan bola di area tengah lapangan. Center Oklahoma City Thunder, Isaiah Hartenstein, langsung melakukan penetrasi ke sisi kanan dan bersiap melepaskan tombokan, namun Luke Kornet yang mengejar pergerakan tersebut berhasil membendung bola tepat di depan keranjang.
Kemenangan di gim penentu ini sekaligus melengkapi momentum kebangkitan Spurs yang sebelumnya sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat kemenangan telak 118-91 pada gim keenam yang digelar Kamis malam, 29 Mei 2026 di Frost Bank Center.
Pelatih kepala San Antonio Spurs, Mitch Johnson, memberikan pujian tinggi atas aksi defensif yang ditunjukkan oleh Kornet pada pertandingan penentu tersebut.
"Biggest play of the game," kata Mitch Johnson.
Aksi blok tersebut membangkitkan semangat juang para pemain cadangan dan staf Spurs di tepi lapangan yang langsung menyambut Kornet saat dirinya ditarik keluar tidak lama setelah momen penting itu terjadi.
Rekan setimnya, Stephon Castle, menilai Kornet sebagai sosok berpengalaman yang selalu mampu menghadirkan kontribusi krusial dalam setiap pertandingan.
"Luke, he’s been there, he’s seen it, and he makes winning plays every game," ujar Stephon Castle, "I mean, none of them are to the magnitude of that one."
Bahkan salah seorang personel di bangku cadangan sempat menyamakan aksi Kornet dengan blok ikonik LeBron James terhadap Andre Iguodala pada gim ketujuh Final NBA 2016.
Mendengar komparasi tersebut, Kornet memberikan tanggapan santai mengenai dampak sejarah dari aksi bertahannya.
"Let's see which one has more staying power in the record books or history or whatever," kata Luke Kornet.
Meskipun kontribusi angka Kornet terbilang minim dengan catatan dua poin dan empat rebound dalam enam menit penampilan, aksi bertahannya mendapat apresiasi luar biasa dari bintang utama Spurs, Victor Wembanyama.
"That was big," kata Victor Wembanyama, "So many big-time plays, so many guys stepping up, oh my God. It's an unreal chance. My life is amazing and being with these guys, living these things with these guys that I love so, so, so much, it's amazing."
Sebelum memastikan tiket final pada gim ketujuh, kebangkitan mental penggawa muda Dylan Harper menjadi kunci utama Spurs di gim keenam setelah mereka sempat tertinggal 3-2 akibat kekalahan 127-114 pada gim kelima di Oklahoma City.
Pebasket pemula berusia 20 tahun asal New Jersey tersebut sukses memutus tren buruknya yang hanya membukukan rata-rata enam poin dalam tiga laga beruntun dengan mencetak 18 poin di gim keenam.
"People pulled me aside, just kept instilling confidence in me, trying to tell me to just go out there and be me, be in attack mode at all times," kata Dylan Harper, "I think I went out there and did that today."
Peningkatan performa Harper tidak lepas dari peran jajaran kepelatihan, termasuk legenda melatih Gregg Popovich yang mengirimkan pesan teks langsung pasca-gim kelima guna memulihkan kepercayaan diri sang pemain pasca-cedera pangkal paha di gim kedua.
Mitch Johnson menegaskan bahwa Harper memiliki talenta serta kapasitas besar untuk tampil dominan ketika berada dalam kondisi mental yang tepat.
"When he's switched on mentally and aggressive, he's pretty damn good," kata Mitch Johnson, "He's got all the talent in the world, the makeup to do whatever he wants. He's capable of those nights when he's in the right place between the ears."
Johnson juga memaklumi penurunan performa yang sempat dialami sang pemain mengingat tekanan emosional dan fisik yang berat di level kompetisi tertinggi melawan juara bertahan.
"He's a 20-year-old kid in the conference finals playing against the defending champs," tutur Mitch Johnson, "He's not 100 percent healthy and he's doing a hell of a job. So it's probably a strain mentally, emotionally and physically."
Pada gim keenam tersebut, Harper tampil efisien dengan melesakkan 5 dari 6 tembakan dari lapangan sebelum jeda babak, membantu Spurs memimpin 60-53 di paruh pertama, sebelum akhirnya menutup laga dengan kontribusi enam rebound dan empat assist.
Melalui tambahan statistik tersebut, Harper mengukir sejarah sebagai salah satu dari sedikit pemain debutan di babak playoff NBA yang mampu menembus catatan minimal 200 poin, 70 rebound, 40 assist, dan 20 steal.
"After Game 5, (Popovich) texted me personally, (writing) 'You got to find a way how to get the job done,'" tutur Dylan Harper.
Harper juga menegaskan bahwa fokus utamanya di lapangan adalah memberikan kontribusi positif demi kemenangan tim tanpa memedulikan catatan poin pribadi semata.
"Regardless if I'm scoring, I just want to come in and make a winning impact," ujar Dylan Harper.
Stephon Castle, yang menyumbangkan 17 poin dan sembilan assist pada gim keenam, sempat melihat adanya keraguan dalam permainan Harper di gim kelima sebelum sang rekan kembali tampil lepas.
"I wouldn't say he didn't look normal last game. He just looked hesitant in my opinion," kata Stephon Castle.
Castle menambahkan bahwa kehadiran Harper dengan tingkat kepercayaan diri tinggi membuat San Antonio Spurs menjadi tim yang sangat sulit untuk ditaklukkan oleh lawan-lawan mereka.
"When he plays with confidence, I don't think there's anybody his age that is that good," ucap Stephon Castle, "He's been a big part of our team all year long, so we need him. When he plays like that, we're pretty hard to beat."
Pemain senior Harrison Barnes turut mengagumi ketenangan serta kedewasaan bermain yang ditunjukkan oleh Harper di tengah situasi pertandingan yang penuh dengan tekanan tinggi.
"It’s great to be young, with no experience," kata Harrison Barnes sembari tertawa.
Barnes menilai kemampuan adaptasi cepat dan ketenangan Harper memberikan dampak instans yang sangat besar bagi kesuksesan strategi permainan tim sepanjang musim ini.
"His ability to be relaxed in these moments and play with the confidence and poise he has, it speaks volumes to who he is as a player," tutur Harrison Barnes, "He’s been instrumental in our team with everything he’s brought to us.”
San Antonio Spurs kini bersiap menghadapi New York Knicks di babak Final NBA 2026.