Manajemen Al Shabab menjatuhkan sanksi disiplin kepada penyerang utama mereka, Abderrazak Hamdallah, berupa larangan bertanding dan latihan selama tujuh hari menjelang laga pekan ke-32 Liga Arab Saudi melawan Al Nassr pada Kamis, 7 Mei 2026. Keputusan tegas ini diambil setelah terjadi perselisihan terbuka antara pemain asal Maroko tersebut dengan rekan setimnya, Yannick Carrasco.
Ketegangan antara kedua pemain memuncak saat Al Shabab menderita kekalahan telak 1-5 dari Al Taawoun, di mana Hamdallah merebut jatah tendangan bebas Carrasco untuk diberikan kepada Josh Branehwell. Berdasarkan laporan Arriyadiyah, konflik ini sebenarnya merupakan akumulasi dari hubungan yang tidak harmonis sepanjang musim, yang akhirnya memaksa klub mengasingkan Hamdallah dari skuat utama.
Sebagai bentuk protes terhadap situasi di internal klub, sang pemain mengunggah pesan melalui media sosial pribadinya.
"Dan mereka berencana, dan Allah berencana. Dan Allah adalah sebaik-baiknya perencana," tulis Abderrazak Hamdallah, Striker Al Shabab.
Kehilangan Hamdallah menjadi kerugian besar bagi Al Shabab mengingat kontribusinya yang telah mencetak tujuh gol dari 15 pertandingan musim ini. Untuk mengisi kekosongan di lini depan, pelatih Noureddine Ben Zekri dilaporkan telah menunjuk striker muda Hammam Al-Hammami sebagai starter guna menghadapi gempuran Al Nassr yang dipimpin Cristiano Ronaldo.
| Nama Pemain | Jumlah Pertandingan | Gol | Asist |
|---|---|---|---|
| Abderrazak Hamdallah | 15 | 7 | 2 |
| Hammam Al-Hammami | 28 | 1 | 2 |
Krisis internal di kubu tuan rumah memberikan keuntungan bagi Al Nassr yang sedang berupaya mengejar defisit poin dari Al Hilal di puncak klasemen. Tim asuhan Jorge Jesus saat ini mengoleksi 79 poin, sementara Al Shabab masih tertahan di peringkat ke-13 dengan raihan 32 poin. Absensi Hamdallah diprediksi akan mengurangi daya gedor Al Shabab secara signifikan dalam upaya mereka menjauh dari zona bawah.