Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah individu dan klub menyusul insiden kericuhan massal dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United. Dilansir dari Bola, peristiwa ini terjadi di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026).
Hukuman paling signifikan diberikan kepada penyerang Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, yang dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga tahun. Alberto terbukti melakukan tindakan kekerasan berupa tendangan kepada pemain lawan saat pertandingan pekan ke-32 tersebut berlangsung.
Selain larangan bertanding yang panjang, pemain muda tersebut juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp15 juta. Komdis PSSI mencatat bahwa tindakan Alberto merupakan pelanggaran serius yang luput dari pengamatan langsung perangkat pertandingan di lapangan hijau.
Rekan setim Alberto, Ahmad Catur Prasetyo Aji Utomo, turut menerima hukuman berat berupa skorsing selama dua tahun dan denda Rp15 juta. Berdasarkan catatan sidang disiplin, Ahmad Catur terbukti melakukan aksi pemukulan serta menendang pemain lawan dalam keributan tersebut.
Sanksi juga menyasar pemain Bhayangkara FC lainnya seperti Aqilah Lissunnah dan Afrizal Riqh dengan larangan bermain selama dua tahun, sementara M. Mufdi Iskandar disanksi satu tahun. Secara kolektif, manajemen Bhayangkara FC U20 dan panitia pelaksana masing-masing didenda Rp50 juta.
Di kubu lawan, pemain Dewa United U20, Reyvan Rezqi Ilahi, mendapatkan skorsing selama dua tahun serta denda Rp10 juta akibat kartu merah langsung setelah memukul lawan. Dua pemain Dewa United lainnya, Mohamad Ridwan dan Muhammad Keysa Fawwaza, masing-masing dilarang bermain selama satu tahun.
Pihak klub Dewa United juga tidak luput dari sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50 juta karena keterlibatan pemain mereka dalam perkelahian massal. Penegasan sanksi ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia.
| Pihak Terhukum | Jabatan/Klub | Jenis Pelanggaran | Sanksi & Denda |
|---|---|---|---|
| Fadly Alberto Hengga | Pemain Bhayangkara FC | Menendang pemain lawan | Skors 3 tahun, Denda Rp15 juta |
| Ahmad Catur Prasetyo | Pemain Bhayangkara FC | Menendang dan memukul | Skors 2 tahun, Denda Rp15 juta |
| Aqilah Lissunnah Aljundi | Pemain Bhayangkara FC | Menendang pemain lawan | Skors 2 tahun, Denda Rp10 juta |
| Afrizal Riqh | Pemain Bhayangkara FC | Memukul pemain lawan | Skors 2 tahun, Denda Rp10 juta |
| M. Mufdi Iskandar | Pemain Bhayangkara FC | Mencekik pemain lawan | Skors 1 tahun, Denda Rp10 juta |
| Muchlis Hadi Ning S. | Ofisial Bhayangkara FC | Memaki wasit | Skors 4 laga, Denda Rp12,5 juta |
| Tim Bhayangkara FC U20 | Klub | Perkelahian antar tim | Denda Rp50 juta |
| Panitia Pelaksana | Penyelenggara | Gagal menjaga keamanan | Denda Rp50 juta |
| Reyvan Rezqi Ilahi | Pemain Dewa United | Memukul pemain lawan | Skors 2 tahun, Denda Rp10 juta |
| Mohamad Ridwan | Pemain Dewa United | Memukul pemain lawan | Skors 1 tahun, Denda Rp10 juta |
| M. Keysa Fawwaza | Pemain Dewa United | Memukul pemain lawan | Skors 1 tahun, Denda Rp10 juta |
| Tim Dewa United U20 | Klub | Perkelahian antar tim | Denda Rp50 juta |