Tim nasional Iran telah merilis daftar 30 pemain yang dipersiapkan untuk mengikuti pemusatan latihan di Turki menjelang kompetisi Piala Dunia 2026.
Namun, seperti dilansir dari Suara, penyerang veteran Sardar Azmoun secara mengejutkan tidak dicantumkan dalam daftar nama skuad Team Melli tersebut.
Ketidakhadiran striker berumur 31 tahun itu memicu perhatian besar karena dirinya merupakan figur krusial di sektor penyerangan Iran selama ini.
Media lokal di Iran mengabarkan bahwa penghapusan nama Azmoun berkaitan erat dengan situasi politik luar negeri yang melibatkan ketegangan antara AS-Israel dengan Iran.
Pemain depan yang merumput untuk Shabab Al-Ahli ini dilaporkan memicu kemarahan otoritas domestik setelah memublikasikan foto bersama Mohammed bin Rashid Al Maktoum, penguasa Dubai, melalui media sosial pada Maret lalu.
Kantor berita Fars menyebutkan bahwa Azmoun sempat dinonaktifkan dari tim nasional akibat tindakan yang dinilai mencerminkan ketidakloyalan kepada pemerintah.
Walaupun unggahan tersebut telah dihapus oleh sang pemain, gelombang kritik terhadap dirinya tetap disiarkan melalui stasiun televisi setempat.
Padahal, Sardar Azmoun tercatat sebagai salah satu penyerang paling subur bagi negaranya dengan torehan 57 gol dari 91 laga internasional serta pernah berlaga pada dua edisi Piala Dunia terdahulu.
Akibat absennya Azmoun, sektor depan Iran kini bakal bertumpu pada Mehdi Taremi yang saat ini membela klub Yunani, Olympiacos FC.
Pelatih utama Amir Ghalenoei menerangkan bahwa armada Iran bakal bertolak menuju Antalya, Turki, guna melakoni pemusatan latihan sekaligus pertandingan uji coba sebelum bertolak ke Amerika Serikat.
"Kami memilih 30 pemain untuk pemusatan latihan terakhir menuju Piala Dunia. Ini adalah keputusan teknis paling sulit dalam karier kepelatihan saya," ujar Ghalenoei kepada federasi sepak bola Iran.
Sesuai agenda, Iran bakal menantang Ghana dalam pertandingan persahabatan pada 29 Mei, sebelum komposisi final dirampingkan menjadi 26 nama sebelum batas akhir 1 Juni 2026.