Sarwendah Bantah Keras Tudingan Ritual Pesugihan di Gunung Kawi

Sarwendah Bantah Keras Tudingan Ritual Pesugihan di Gunung Kawi

Tudingan miring mengenai keterlibatan Sarwendah dalam ritual pesugihan di Gunung Kawi yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat jawaban resmi. Pihak keluarga menyatakan bahwa kabar burung tersebut sepenuhnya tidak berdasar.

Langkah tegas diambil dengan mengutus tim pengacara, Chris Sam Siwu dan Simon Abraham, untuk memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik. Seperti dilansir dari Suara, pihak hukum menegaskan bahwa seluruh isu yang beredar adalah bohong.

"Ya, jadi pesugihan ataupun apa pun di belakangnya itu termasuk yang tadi bilang itu, semuanya berarti fitnah ya, itu fitnah dan hoaks," ujar Chris Sam Siwu ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Senin, 18 Mei 2026.

Selain masalah pesugihan, isu liar yang mengaitkan kondisi kesehatan Ruben Onsu dengan aktivitas tersebut juga dibantah. Pihak kuasa hukum meminta agar publik tidak menyebarkan spekulasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau terkait dengan kesehatan Bensu ya itu kita nggak bisa ngomong karena itu memang masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan klien kami gitu ya," tegas Chris.

Pihak hukum kemudian meluruskan fakta mengenai keberadaan Sarwendah di lokasi tersebut beberapa tahun lalu. Perjalanan ke Gunung Kawi pada tahun 2021 dipastikan murni untuk urusan pekerjaan pembuatan konten hiburan.

"Jadi memang temanya horor dan pengambilan videonya ya disana," kata pengacara Sarwendah, Simon Abraham.

Proses syuting podcast horor bertajuk Kakak Beradik tersebut dilakukan secara terbuka dan melibatkan banyak orang. Sarwendah tidak datang sendirian, melainkan didampingi oleh tim produksi yang lengkap.

"Ya dari situ aja udah kelihatan bahwa kami punya dasar klien kami ke sana karena acara podcast ramai-ramai dengan kru dengan ya Jordi juga ya timnya juga gitu," lanjutnya.

Pihak pengacara menduga ada kesalahpahaman dari pihak setempat yang melihat keberadaan mereka di sana tanpa mengetahui agenda aslinya. Hal ini yang diduga memicu berkembangnya rumor liar di jagat maya.

"Jadi memang mungkin pada saat itu kuncennya melihat klien kami. Tapi tidak menanyakan klien kami ke sini sedang ngapain gitu ya, ternyata hanya podcast," imbuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi