Penyanyi Sarwendah Tan menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat, 5 Juni 2026, setelah potongan video berisi ucapan kasarnya viral dan memicu kegaduhan serta berbagai spekulasi di kalangan netizen.
Klarifikasi tersebut diberikan menyusul beredarnya klip yang memperlihatkan mantan personel Cherrybelle itu melontarkan kata-kata kasar seperti 'cong' dan 'jing' saat membahas tentang ketidakbutuhannya terhadap uang dari laki-laki.
Melalui unggahan video tersebut, Sarwendah mengakui bahwa perkataan yang diucapkannya tidak mencerminkan sikap yang baik dan berharap masalah pribadi ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dosa, menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut, tidak menunjukkan kebaikan atau pun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang yang lebih tenang, ini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak. Oleh karena itu, saya meminta maaf dari lubuk hati saya kepada semua," terangnya dalam Instagram miliknya dilihat detikcom, Jumat (5/6/2026).
Selain meminta maaf kepada publik, Sarwendah memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya yang ikut terseret ke dalam pemberitaan akibat polemik orang dewasa.
"Saya meminta maaf yang terdalam kepada anak-anak saya. Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak sehatusnya terbawa dalam pemberitaan yang beredar. Saya sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat dan mengutamakan kebahagiaan masa depan mereka," ucapnya.
Di samping itu, Sarwendah juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar serta mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan tanpa henti dari para penggemarnya.
"Halo semuanya. Saya Sarwendah Tan. Melalui video ini saya ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya, keluarga besar, teman-teman, masyarakat, and para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," kata Sarwendah dalam video yang diunggah di Instagramnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menyadari dampak negatif dari kegaduhan tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang terdekatnya.
"Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," ujarnya.
Penyesalan mendalam disampaikan olehnya atas imbas yang dirasakan oleh pihak-pihak yang ikut terdampak oleh peredaran video itu.
"Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak," tuturnya.
Oleh karena itu, ia berharap permohonan maafnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat dan pihak keluarga.
"Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," katanya.
Ia kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi masa depan buah hatinya dari polemik media.
"Maaf yang terdalam kepada anak-anak saya. Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak seharusnya terbawa ke dalam pemberitaan yang beredar," ungkapnya.
Sebagai orang tua tunggal, ia bertekad untuk tetap memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya.
"Sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan dan masa depan mereka," jelasnya.
Secara terbuka, ia pun meminta maaf kepada seluruh lingkaran keluarga besarnya yang ikut menanggung beban pikiran.
"Kepada keluarga besar saya yang juga turut merasakan ketidaknyamanan, beban pikiran karena hal ini, saya juga memohon maaf. Terima kasih telah menaruh pengertian, perhatian, dan kekuatan bagi saya," ujarnya.
Ungkapan apresiasi juga dialamatkan kepada para pengikut setia yang terus mendampinginya dalam situasi sulit.
"Kepada para penggemar saya yang selama ini tulus dan terus mendukung saya, karena kalian saya tidak pernah merasa sendirian. Besar rasa terima kasih saya ke kalian. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi selain ucapan terima kasih yang tulus ini," katanya.
Melalui peristiwa ini, Sarwendah berharap bisa memetik pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik.
"Temani saya terus ya dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah kalian verikan selama ini. Dan ke depan, saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik," ungkapnya.
Pada akhir pernyataannya, ia meminta masyarakat memberikan privasi agar persoalan internal ini dapat dituntaskan dengan damai.
"Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan. Saya percaya setiap persoalan memiliki penyelesaiannya masing-masing, dan saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang," pungkas Sarwendah.
Sebelum klarifikasi ini diunggah, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, telah memberikan penjelasan virtual pada Kamis, 4 Juni 2026 malam, untuk meluruskan asumsi netizen yang mengaitkan ucapan tersebut dengan Ruben Onsu.
"Saya menonton video itu, memang video itu menurut saya bisa dipahami berbeda-beda, tetapi prinsipnya tidak ditujukan kepada RO (Ruben Onsu). Saya jamin bahwa itu tidak ditujukan kepada RO karena, di dalam video itu saya lihat tidak ada menyebutkan nama sama sekali," kata Chris Sam Siwu dalam wawancara virtual, Kamis (4/6/2026) malam.
Chris menambahkan bahwa konteks pembicaraan kliennya dalam rekaman tersebut bersifat umum dan tidak berkaitan dengan hubungan masa lalu dengan mantan suaminya.
"Mungkin klien saya bercerita soal film, mungkin klien saya juga bercerita soal novel, bercerita tentang kehidupan orang lain, kan bisa aja. Jadi menurut saya masih banyak hal-hal yang perlu diklarifikasi," jelas Chris menjelaskan latar belakang video tersebut.