Legenda Manchester United Peter Schmeichel mendesak manajemen klub untuk mendatangkan gelandang Sunderland Granit Xhaka pada bursa transfer musim panas mendatang guna mengatasi krisis kepemimpinan yang kronis. Aspirasi ini disampaikan Schmeichel pada Selasa, 5 Mei 2026, menyusul performa impresif pemain asal Swiss tersebut di Liga Premier musim ini.
Lini tengah Setan Merah diprediksi akan mengalami perombakan besar setelah kontrak Casemiro berakhir dan ketidakpastian masa depan Manuel Ugarte di Old Trafford. Schmeichel menilai pemain berusia 33 tahun itu merupakan sosok mentor yang ideal bagi talenta muda seperti Kobbie Mainoo, terutama karena Xhaka memiliki pengalaman luas sebagai mantan kapten Arsenal.
Xhaka bergabung dengan Sunderland dari Bayer Leverkusen senilai £17 juta pada Juli 2025 dan menjadi pilar utama yang membawa timnya menempati peringkat ke-12 klasemen sementara. Dilansir dari Goal.com, pemain internasional Swiss tersebut telah mencatatkan 29 penampilan sebagai starter di liga musim ini dan membantu kebangkitan The Black Cats di kasta tertinggi.
"Menurut saya, kita harus merekrut Xhaka. Inilah pendapat saya: yang akan kita lakukan adalah membangun tim di sekitar Kobbie, kan. Sekarang Casemiro akan pergi. Sekarang Anda mendatangkan seseorang seperti [Adam] Wharton, [Elliot] Anderson, atau siapa pun… mereka masih muda, belum teruji. Yang kita butuhkan dan yang sebenarnya belum kita miliki selain Harry [Maguire] dan Bruno [Fernandes] di tim itu adalah kepemimpinan yang mumpuni." ujar Peter Schmeichel, Mantan Kiper Manchester United.
Schmeichel memberikan penegasan melalui podcast The Good, The Bad & The Football bahwa Xhaka adalah faktor kunci di balik kesuksesan Sunderland saat ini. Ia memuji kualitas kepemimpinan dan ketahanan fisik pemain tersebut yang dinilai masih berada dalam kondisi prima menjelang Piala Dunia 2026.
"Ketika saya melihat apa yang telah dilakukan Xhaka untuk Sunderland, Xhaka adalah alasan mengapa mereka berada di posisi saat ini," tambah Peter Schmeichel, Legenda Manchester United.
Mantan pemain tim nasional Denmark tersebut juga menekankan bahwa kualitas individu Xhaka sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas mental tim di tengah persaingan kompetisi yang ketat. Kebutuhan akan figur pemimpin dianggap lebih mendesak dibandingkan hanya mengejar potensi pemain muda yang belum terbukti.
"Dia benar-benar luar biasa, kualitas kepemimpinannya hebat, dia bisa bermain di 80 persen pertandingan, dia adalah pemain yang sangat bagus. Kami sangat membutuhkan lebih banyak kepemimpinan." lanjut Peter Schmeichel, Pemenang Treble 1999.
Meskipun Manchester United dikaitkan dengan target muda berharga mahal seperti Adam Wharton dan Elliot Anderson, saran Schmeichel memberikan perspektif berbeda terkait urgensi pemain veteran. Manchester United dijadwalkan akan bertandang ke markas Sunderland pekan depan, yang menjadi kesempatan bagi pemantau bakat klub untuk mengevaluasi dampak Xhaka secara langsung.