Sejarah Mencatat 54 Hattrick Tercipta di Panggung Piala Dunia

Sejarah Mencatat 54 Hattrick Tercipta di Panggung Piala Dunia

Panggung Piala Dunia FIFA tidak pernah berhenti melahirkan rekor fantastis dalam sejarah sepak bola, termasuk dalam urusan mencetak tiga gol atau hattrick. Puncak kompetisi sepak bola putra ini menjadi tempat pembuktian para penyerang terbaik dunia.

Hingga kompetisi paling akhir, data statistik Opta Analyst yang dikutip dari Suara mencatat sudah ada 54 hattrick yang lahir di putaran final Piala Dunia putra. Di balik puluhan hattrick tersebut, muncul beragam catatan unik dari para pemain lintas generasi.

Puncak torehan gol terbanyak dalam satu pertandingan masih dikuasai oleh mantan penyerang Rusia, Oleg Salenko. Dirinya menjadi satu-satunya pesepak bola yang mengemas lima gol sekaligus dalam satu laga saat Rusia menggilas Kamerun 6-1 pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Catatan lima gol Oleg Salenko tersebut tergolong unik karena lahir dalam laga yang sudah tidak menentukan nasib negaranya. Akibatnya, Rusia tetap tidak mampu melaju ke babak gugur turnamen tersebut.

Sementara itu, urusan memecah kebuntuan hattrick paling awal menjadi milik Erich Probst dari Austria. Pemain tersebut menyudahi tiga gol pertamanya hanya dalam rentang waktu 24 menit awal laga pada Piala Dunia 1954.

Untuk durasi waktu paling singkat antara gol pertama dan ketiga, rekornya dipegang oleh penggawa Hungaria, László Kiss. Dirinya berhasil mengemas hattrick hanya dalam durasi tujuh menit 42 detik ketika berlaga pada Piala Dunia 1982.

Catatan Usia Pele dan Cristiano Ronaldo

Legenda sepak bola Brasil, Pelé, sampai saat ini masih kokoh sebagai pencetak hattrick paling muda di Piala Dunia. Dirinya melesakkan tiga gol ke gawang Prancis pada semifinal Piala Dunia 1958 ketika baru menginjak umur 17 tahun 244 hari.

Pelé juga menasbihkan diri menjadi satu-satunya pemain yang sanggup mengemas hattrick di Piala Dunia sebelum menginjak usia 18 tahun. Di sisi lain, status pencetak hattrick berumur paling tua dipegang oleh Cristiano Ronaldo.

Kapten tim nasional Portugal tersebut menorehkan tintas emasnya pada usia 33 tahun 130 hari. Cristiano Ronaldo mencapainya saat membawa Portugal menahan imbang Spanyol dengan skor 3-3 di Piala Dunia 2018 Rusia.

Ironi Kekalahan dan Dominasi Hari Minggu

Melansir data sejarah, mengemas tiga gol dalam satu laga ternyata tidak melulu mendatangkan kemenangan bagi tim. Terdapat tiga pemain yang gagal mempersembahkan kemenangan bagi negaranya walau sukses mengemas hattrick.

Ketiga pemain tersebut adalah Ernst Wilimowski dari Polandia pada tahun 1938, Josef Hügi dari Swiss pada 1954, dan Igor Belanov dari Uni Soviet pada 1986. Kylian Mbappé merasakan kepedihan serupa saat membuat hattrick di final Piala Dunia 2022, di mana Prancis akhirnya tumbang dari Argentina via adu penalti.

Fakta menarik lain dari Opta Analyst menunjukkan bahwa hari Minggu menjadi waktu yang paling sering memunculkan hattrick. Sebanyak 23 dari total 54 hattrick di Piala Dunia lahir pada hari Minggu, jumlah yang melampaui raihan hari Sabtu di tempat kedua.

Spesialis Ganda Batistuta dan Panggung Final

Gabriel Batistuta asal Argentina menempatkan namanya sebagai satu-satunya pemain yang mampu melesakkan hattrick pada dua edisi Piala Dunia berbeda, yaitu tahun 1994 dan 1998. Kedua catatan tersebut uniknya terjadi pada tanggal 21 Juni dan ditutup lewat eksekusi penalti.

Pada partai puncak Piala Dunia, tercatat hanya ada dua nama yang pernah mengemas hattrick. Geoff Hurst menjadi sosok pembuka jalan saat membawa Inggris mengangkat trofi juara Piala Dunia 1966.

Kylian Mbappé kemudian menyamai rekor legendaris tersebut lebih dari setengah abad berikutnya. Penyerang Prancis itu melakukannya pada laga final Piala Dunia 2022 yang berjalan ketat di Qatar.

Menuju gelaran Piala Dunia 2026, para pencinta sepak bola global menantikan lahirnya rekor-rekor baru yang berpotensi dipecahkan oleh para pemain muda maupun pemain veteran.

Artikel terkait

Rekomendasi