Selangor FC Bertekad Balikkan Keadaan Melawan Buriram United

Selangor FC Bertekad Balikkan Keadaan Melawan Buriram United

Klub Malaysia Selangor FC mengusung misi membalikkan ketertinggalan agregat saat menantang tuan rumah Buriram United dari Thailand dalam pertandingan leg kedua final ASEAN Club Championship Shopee Cup 2025/2026 di Stadion Buriram pada Rabu, 27 Mei 2026 malam.

Tim tamu saat ini tertinggal agregat 1-0 setelah gol sundulan Suphanat Mueanta memenangkan Buriram United pada leg pertama pekan lalu. Laga ini memperebutkan hadiah utama sebesar 425.000 dolar AS bagi sang juara, sedangkan tim runner-up berhak membawa pulang 215.000 dolar AS.

Kapten Selangor FC Muhammad Faisal Abdul Halim meminta rekan-rekan setimnya untuk tampil lepas tanpa beban dalam upaya mengejar defisit satu gol tersebut. Menurut penegasan Faisal, partai puncak musim ini menjadi panggung tertinggi bagi para pemain untuk memberikan performa maksimal demi klub.

"For me, we’re already here in the final. We cannot just come here, finish the game, and go back like this. We need to fight until the end for this cup and give a good fight to our opponent," ujar Muhammad Faisal Abdul Halim, Kapten Selangor FC.

Faisal juga mengingatkan timnya untuk menjaga konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Kesalahan sekecil apa pun dinilai bisa berakibat fatal saat menghadapi tim klinis seperti Buriram United.

Optimisme serupa juga disuarakan oleh pelatih kepala Kim Pan Gon yang percaya anak asuhnya memiliki kematangan taktik untuk membalikkan keadaan di markas lawan. Dilansir dari Bernama, tim pelatih telah melakukan evaluasi mendalam dari laga leg pertama untuk memperbaiki kesalahan dan menyiapkan strategi baru.

"Our performance in the first leg wasn't 100 per cent of what we have. We have talked a lot and corrected some things, and I believe our players are fully confident that we can turn back the results," kata Kim Pan Gon, Pelatih Kepala Selangor FC.

Selangor FC sendiri harus tampil tanpa duo penggawa internasional Yordania, Noor Al-Rawabdeh dan Mohammad Abualnadi, yang memenuhi panggilan tim nasional menjelang kualifikasi Piala Dunia. Meski demikian, Pan Gon menegaskan bahwa kekuatan utama Selangor terletak pada kolektivitas tim dan para pemain pengganti memiliki kualitas yang setara.

"It was a tough game in the first leg,..." kata Kim Pan Gon, Pelatih Kepala Selangor FC.

Di kubu tuan rumah, penyerang Buriram United Supachai Chaided menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan gelar juara kompetisi klub tertinggi di Asia Tenggara ini. Pemain berusia 27 tahun tersebut menyadari bahwa persaingan musim ini menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan edisi sebelumnya.

"This is now the second year of the competition, so every team has more experience and understands how to play against us," kata Supachai Chaided, Penyerang Buriram United FC.

Buriram United melaju ke partai final setelah melewati hadangan klub raksasa Malaysia lainnya, Johor Darul Ta'zim FC, di babak semifinal. Supachai yang telah mencetak 106 gol dari 356 penampilan bersama Buriram menceritakan kisah masa kecilnya di Pattani hingga perjuangan merantau sendirian ke Bangkok saat berusia 12 tahun menggunakan kereta selama 14 jam demi mengejar karier profesional.

"I’m from Pattani," kata Supachai Chaided, Penyerang Buriram United FC.

Supachai menambahkan bahwa dorongan dari pelatih sekolah dan inspirasi dari aktor Thailand Ray MacDonald menjadi faktor penting dalam perkembangan kariernya hingga menembus tim nasional Thailand.

"When I moved to Bangkok, I was around 12 years old. It happened after I returned from that football tournament in Sweden. I took a 14-hour train journey from Pattani to Bangkok on my own," kata Supachai Chaided, Penyerang Buriram United FC.

Supachai meyakini bahwa kekuatan mental yang diasah sejak usia muda membuatnya mampu mempertahankan standar tinggi di level teratas sepak bola regional.

"Vietnam keep reminding us that they are catching up to us, so we have to show our very best in every competition," ujar Supachai Chaided, Penyerang Buriram United FC.

Setelah menyelesaikan kompetisi antarklub ini, fokus para pemain di Asia Tenggara akan langsung beralih ke turnamen ASEAN Hyundai Cup yang dijadwalkan berlangsung pada Juli dan Agustus mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi