Sembilan wakil Pelatnas PBSI bersiap menghadapi pertandingan berat setelah hasil undian turnamen Singapore Open 2026 resmi dirilis untuk laga yang akan bergulir pada 26 hingga 31 Mei 2026 di Singapore Indoor Stadium.
Dilansir dari sport.detik.com, sejumlah pemain Indonesia yang sebelumnya absen di Thailand Open dan Malaysia Masters 2026 akan kembali bertanding, termasuk ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani.
Berdasarkan rilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dikutip Juara.net, sektor tunggal putra menyisakan Jonatan Christie yang akan langsung bersua wakil India, Prannoy HS, serta Alwi Farhan yang dijadwalkan menantang Toma Junior Popov asal Prancis.
Jika berhasil melewati hadangan pertama, Alwi Farhan berpotensi besar menantang unggulan utama asal China, Shi Yu Qi, di babak kedua turnamen level Super 750 tersebut.
Sementara itu, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya tumpuan Indonesia di sektor tunggal putri dan akan mengawali perjuangan dengan melawan Pusarla V. Sindhu dari India.
Jika terus melaju melewati babak kedua, Putri Kusuma Wardani diintai oleh pemain peringkat satu dunia, An Se Young, di babak perempat final.
"Setiap pertandingan kan pasti lawannya berputar itu-itu saja. Tergantung nanti gimana di lapangan dan kesiapan lawan. Ini undiannya sudah keluar, jadi sudah tahu apa kelebihan dan kelemahannya. Tinggal siapa yang lebih siapa yang siap di lapangan sih" kata Putri Kusuma Wardani, tunggal putri Indonesia.
Ujian berat juga harus dilewati oleh pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang langsung berhadapan dengan unggulan pertama, Liu Sheng Shu/Tan Ning dari China.
Di sektor ganda putra, Raymond/Joaquin ditunggu oleh unggulan kelima asal China, Liang Weng Keng/Wang Chang, sedangkan Moh. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama melawan wakil tuan rumah, Eng Keat Wesley Koh/Junsuke Kubo.
Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang akan melawan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee asal Taiwan setelah sempat absen di dua turnamen Super 500 demi mematangkan persiapan.
Keputusan melewatkan Thailand Open dan Malaysia Masters diambil karena jadwalnya yang terlalu dekat dengan kompetisi sebelumnya, di mana tim putra Indonesia mencatat sejarah kelam dengan gugur di fase grup Piala Thomas 2026 di Denmark setelah kalah 1-4 dari Prancis pada 29 April 2026.
"Bermain di Istora dengan suporter sangat banyak dan bergemuruh di satu sisi kita jadi lebih bersemangat. Meskipun ada tegangnya juga" kata Fajar Alfian, ganda putra Indonesia, saat membahas atmosfer laga lanjutan di Indonesia Open mendatang.
Fajar Alfian menambahkan bahwa adaptasi terhadap kondisi angin di arena Singapura telah diantisipasi selama sesi latihan di pelatnas.
"Untuk Singapore Open kami sudah mempersiapkan diri. Di sana kondisi lapangan cukup berangin. Kami antisipasi dengan latihan memakai shuttlecock yang kencang di sini" ujar Fajar Alfian, ganda putra Indonesia.
Fikri menegaskan bahwa penyesuaian strategi telah dilakukan berdasarkan hasil undian yang sudah diumumkan.
"Kami sudah mengikuti, menyesuaikan latihan di sini dengan kondisi lapangan dan shuttlecock di sana. Hasil drawing juga sudah keluar, semoga hasilnya bisa lebih baik sih" sahut Muhammad Shohibul Fikri, ganda putra Indonesia.
Ganda putra peringkat tiga dunia tersebut bertekad mengejar gelar pertama mereka di tahun 2026 setelah sejauh ini capaian terbaiknya hanya mencapai semifinal Malaysia Open dan Kejuaraan Asia.
"We tidak mau hanya ikut pertandingan tapi hasilnya kurang baik. Jadi kami lebih fokuskan ke turnamen-turnamen yang sudah dipersiapkan dengan matang" ungkap Fajar Alfian, ganda putra Indonesia.
Fikri berharap performa kurang memuaskan dari ajang beregu sebelumnya tidak memengaruhi ambisi mereka di turnamen individual.
"Semoga dengan hasil Thomas Cup kemarin itu tidak mempengaruhi apa pun buat kami berdua. Kami juga punya target-target pribadi yang tidak kalah penting untuk karier" timpal Muhammad Shohibul Fikri, ganda putra Indonesia.
Komitmen tinggi dipatok oleh Fajar/Fikri karena status mereka sebagai pemain yang wajib berpartisipasi di turnamen level atas BWF.
"Ya, di Singapore khususnya, kami sudah mempersiapkan diri. Di sana kondisi lapangan cukup berangin juga, jadi kami juga di sini sudah mempersiapkan dengan shuttlecock yang lumayan kencang ya, karena berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya" kata Fajar Alfian, ganda putra Indonesia.
Fikri membenarkan bahwa metode latihan di pelatnas sengaja dirancang menyerupai karakteristik arena di Singapura.
"Kami sudah mengikuti, menyesuaikan latihan di sini dengan kondisi lapangan dan shuttlecock di sana. Dan, ya semoga, draw-nya juga sudah keluar semoga hasilnya bisa lebih baik, sih" tanggap Muhammad Shohibul Fikri, ganda putra Indonesia.
Fajar selaku kapten tim juga menegaskan pentingnya melangkah maju dari hasil buruk di Denmark demi menjaga kelanjutan karier profesional mereka.
"Ya, semoga tidak (mempengaruhi) ya, karena kami juga mempunyai target-target pribadi untuk ke depannya yang mungkin tidak kalah penting ya untuk karier kami pribadi. Jadi semoga dengan hasil Thomas Cup kemarin itu tidak mempengaruhi apa pun buat kami berdua" ungkap Fajar Alfian, ganda putra Indonesia.
Sebagai strategi penyusunan jadwal, Fajar/Fikri telah merancang rangkaian turnamen berikutnya selepas menyelesaikan rangkaian kompetisi di Asia Tenggara.
"Kami tidak mau di Indonesia (Open) sebagai negara ketiga apa keempat, jadi kami memang fokuskan untuk turnamen Singapura Open yang kami wajib ikut karena committed player kan, dan Indonesia Open. Dan kami mencoba mengganti turnamen Malaysia Masters jadi ke Australia (Masters)" demikian Fajar Alfian, ganda putra Indonesia.
Pada sektor ganda campuran, Indonesia menurunkan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan melawan Thom Gicquel/Delphine Delrue, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang ditantang Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin dari China.