Empat Tenis Non-Unggulan Cetak Sejarah di Semifinal Perancis Terbuka

Empat Tenis Non-Unggulan Cetak Sejarah di Semifinal Perancis Terbuka

Babak semifinal tunggal putri turnamen Grand Slam Perancis Terbuka di Stade Roland Garros pada Kamis, 4 Juni 2026 dipastikan mencetak sejarah baru setelah seluruh petenis yang tersisa belum pernah memenangkan gelar major.

Pertandingan semifinal pertama mempertemukan sesama petenis kidal, Diana Shnaider melawan petenis kualifikasi Maja Chwalinska, yang dilanjutkan dengan laga antara unggulan ke-15 Marta Kostyuk melawan petenis nomor delapan dunia, Mirra Andreeva.

Dilansir dari CNN, Kostyuk menjadi wanita Ukraina pertama di Era Terbuka yang menembus semifinal Roland Garros setelah menumbangkan Elina Svitolina di perempat final. Keberhasilan ini juga menandai semifinal Grand Slam pertama dalam karier petenis berusia 23 tahun tersebut.

Kostyuk kini mencatatkan 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat setelah sebelumnya menjuarai turnamen di Rouen dan Madrid. Catatan wtatennis.com menunjukkan Kostyuk unggul rekor pertemuan 2-0 atas Andreeva, termasuk kemenangan di final Madrid Open 2026.

"At this stages you cannot just get by," kata Kostyuk kepada pers pada Selasa setelah mengalahkan Svitolina dalam tiga set.

Petenis peringkat 15 dunia tersebut mempersembahkan kemenangan emosionalnya untuk masyarakat Ukraina di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Rusia. Kostyuk juga memuji dampak besar dari pelatihnya, Sandra Zaniewska, yang mulai bekerja sama dengannya sejak tahun 2023.

"You have to win the match. Nobody is going to give it to you. For sure this is something that I'm most proud of," ujar Kostyuk.

Kostyuk menambahkan bahwa hubungan kerja profesional mereka telah mengubah dirinya sebagai pribadi dan mendorong pertumbuhan bersama di atas lapangan.

"We have much more success right now obviously, and I think she deserves it all because she really gave her soul for this work with me," tutur Kostyuk.

Menurut Kostyuk, keberadaannya di babak empat besar Roland Garros musim ini tidak akan terwujud tanpa kontribusi besar dari sang pelatih.

"She changed me so much as a person. I think we both changed, we've both grown together in this working relationship. I definitely wouldn't be here without her," ucap Kostyuk.

Di sisi lain, Andreeva yang berusia 19 tahun memiliki pengalaman lebih cepat di level ini setelah mencapai semifinal Roland Garros pada tahun 2024. Remaja Rusia ini melaju ke semifinal setelah menang dominan dalam waktu 56 menit melawan petenis veteran Sorana Cirstea.

"I guess kind of last time I was in semis was two years ago, so it's kind of a long time," kata Andreeva.

Andreeva menyatakan bahwa dirinya selalu percaya segala hal terjadi karena suatu alasan, termasuk kegagalannya di semifinal atau perempat final Grand Slam sebelumnya.

"I would say that I believe that everything happens for a reason, and if I was not able to reach, you know, the semis of another Grand Slam, then I guess that's what should have happened," ujar Andreeva.

Andreeva menegaskan akan tetap mempertahankan pola pikir yang sama untuk pertandingan semifinal nanti.

"I think that I'm just going to try to keep using the same mindset of giving my best, giving my 100% no matter what happens. I feel like it's just easier for me to play when I have this mindset on," tutur Andreeva.

Sementara itu, Diana Shnaider menembus semifinal setelah membuat kejutan terbesar di turnamen dengan menumbangkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. Shnaider membalikkan keadaan di set kedua setelah tertinggal 4-1 untuk memenangkan 10 gim terakhir.

"Well, honestly I am speechless. Super happy," kata Shnaider setelah mengalahkan Sabalenka dalam pertarungan tiga set.

Petenis berusia 22 tahun yang sempat menempuh pendidikan dan latihan di North Carolina State University AS ini mengaku tidak membebani dirinya saat menghadapi agresivitas Sabalenka.

"Obviously I understand that I'm playing World No. 1, Aryna, who is super-aggressive tennis player," tutur Shnaider.

Shnaider mengubah strateginya ketika tertinggal 5-3 di set kedua untuk bermain lebih menekan.

"The conditions are tough, and I wasn't putting too much pressure on myself," ucap Shnaider.

Perubahan taktik tersebut berhasil menjauhkan Shnaider dari tekanan permainan Sabalenka di lini belakang.

"[At] 5-3, I have to change something up now. I feel like I kind of just had the relief where I was, I gotta go for my shots, I have to be more aggressive, I got to step in, because she's pushing me too much back and just winning those short rallies," ujar Shnaider.

Lawan Shnaider, Maja Chwalinska, menjadi petenis kualifikasi keenam di Era Terbuka yang mencapai semifinal Grand Slam. Petenis Polandia berperingkat 114 dunia ini sukses menumbangkan tiga pemain top 50, termasuk unggulan ke-22 Anna Kalinskaya di perempat final.

"Coming here, my goal was to qualify. I feel like I'm doing a good job, that I do the right things and I just needed to be patient for it to click," kata Chwalinska kepada CNN.

Chwalinska yang sempat vakum dari tenis pada 2021 karena masalah kesehatan mental ini mengaku sempat kesulitan memesan akomodasi di Paris karena tidak menduga akan melangkah sejauh ini.

"I want to leave Roland Garros this year without any regrets. I just want to give my all," tutur Chwalinska.

Keberhasilan menembus semifinal memastikan Chwalinska akan menembus peringkat 100 besar dunia untuk pertama kali dalam kariernya. Chwalinska mengandalkan gaya permainan kreatif dengan mengubah ritme lewat bola-bola tinggi dan pukulan slice.

"I just try to change the rhythm a lot," kata Chwalinska mengenai taktik permainannya.

Chwalinska menilai variasi pukulan tersebut menyulitkan lawan untuk menemukan ritme permainan yang konsisten.

"I feel like it's pretty tough to play against this kind of style, because you don't have any rhythm, and you just need to be very focused because every ball can be different," ujar Chwalinska.

Chwalinska menambahkan bahwa dirinya sangat menyadari tantangan dari gaya bermain tersebut bagi para lawannya di lapangan. Pada sektor putra, Alexander Zverev yang menempati peringkat tiga dunia juga telah mengamankan tempat di semifinal setelah mengalahkan Jakub Menšík.

Artikel terkait

Rekomendasi