Sepultura Umumkan Konser Penutup Tur Perpisahan di Sao Paulo

Sepultura Umumkan Konser Penutup Tur Perpisahan di Sao Paulo

Grup musik thrash metal asal Brasil, Sepultura, mengumumkan jadwal konser pemungkas yang menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang mereka selama empat dekade di industri musik dunia. Penampilan terakhir dalam rangkaian tur perpisahan ini dijadwalkan berlangsung di Mercado Livre Arena Pacaembu, Sao Paulo, Brasil, pada 7 November mendatang.

Rangkaian tur perpisahan band raksasa ini sebenarnya telah berjalan sejak tahun 2024. Pemilihan kota Sao Paulo sebagai lokasi pemberhentian terakhir diakui memiliki ikatan emosional yang sangat kuat, baik bagi para personel maupun kelompok penggemar setia mereka.

"Ini adalah tempat di mana warisan kami dibangun puluhan tahun lalu. Sekarang, kami kembali ke sini untuk menyelesaikan cerita tersebut," tulis band dalam pernyataan resminya, dikutip dari laman Loudwire, Kamis, 28 Mei 2026.

Seperti diberitakan oleh Suara, panggung utama konser perpisahan tersebut akan diisi oleh formasi inti Sepultura saat ini. Mereka adalah Derrick Green pada vokal, Andreas Kisser pada gitar, Paulo Jr. pada bass, dan Greyson Nekrutman pada drum.

Meskipun tampil dengan formasi modern, Sepultura memastikan malam penutupan tersebut akan menjadi momen reuni kecil. Dua mantan personel penting dipastikan akan ikut naik ke atas panggung untuk memeriahkan pertunjukan.

Mantan anggota pertama yang hadir adalah Jean Dolabella, penabuh drum yang memperkuat grup ini pada periode 2006 hingga 2011. Personel kedua yang dipastikan terlibat adalah Jairo Guedz, gitaris awal Sepultura yang memegang peran besar pada era album Morbid Visions dan Bestial Devastation sebelum posisinya digantikan oleh Andreas Kisser.

Kendati demikian, kepastian ini sekaligus memupus harapan para penggemar untuk melihat kembalinya formasi klasik Sepultura. Duo pendiri band, Max dan Igor Cavalera, dipastikan absen dari konser perpisahan tersebut karena memilih fokus pada proyek musik mereka sendiri.

Saat ini, Cavalera bersaudara memilih menjaga warisan musik Sepultura lewat proyek Cavalera Conspiracy. Melalui proyek tersebut, mereka aktif menggelar tur mandiri dan melakukan rekaman ulang untuk album-album awal Sepultura, termasuk Schizophrenia.

"Saya dan Igor memiliki jalan kami sendiri. Kami menghidupkan kembali materi lama pada waktu kami sendiri. Bagi kami, melakukannya dengan hati adalah cara kami menjaga warisan tersebut," tegas Max.

Ketidakhadiran dua pendiri utama ini menjadi keputusan final yang harus diterima para penggemar. Situasi tersebut mempertegas bahwa konser di Sao Paulo mendatang murni menjadi bentuk selebrasi bagi para personel dan penggemar yang tetap setia di bawah bendera Sepultura hingga akhir.

Artikel terkait

Rekomendasi