Shakira Tolak Buka Lembaran Cinta Baru Demi Fokus Anak dan Karier

Shakira Tolak Buka Lembaran Cinta Baru Demi Fokus Anak dan Karier

Penyanyi asal Kolombia, Shakira, menegaskan bahwa dirinya belum memiliki ketertarikan untuk memulai hubungan asmara yang baru. Pelantun lagu 'Waka Waka' ini mengaku jadwal kesehariannya saat ini sudah sangat padat, seperti dilansir dari Wolipop.

Status lajang masih disandang oleh Shakira semenjak ia menyudahi hubungan kasih dengan eks pesepak bola Gerard Pique pada tahun 2022 silam. Perempuan ini lebih memilih untuk mencurahkan energinya dalam mengasuh dua putranya, Milan dan Sasha, serta mengurus karier musiknya.

Saat melakukan sesi wawancara dengan The Times, Shakira mengutarakan bahwa ruang maupun waktu untuk berkencan dengan orang baru belum tersedia dalam hidupnya saat ini.

"Untuk sekarang tidak ada asmara dalam hidupku. Aku tidak punya ruang atau waktu untuk itu. Hidupku sudah sangat sibuk," ujar Shakira, seperti dikutip dari Female First.

Kesibukan dan perannya sebagai orang tua tunggal kini menjadi pusat perhatian utamanya dalam menjalani hari demi hari.

"Anak-anakku adalah prioritasakku. Begitu juga karierku. Anehnya, aku merasa jatuh cinta pada pekerjaanku lebih dari sebelumnya. Aku juga menikmati waktuku sendirian."

Masa-masa sulit pasca-perpisahan dengan Gerard juga sempat diingat kembali oleh wanita kelahiran Kolombia tersebut. Kala itu, ia harus menghadapi kenyataan pahit runtuhnya biduk rumah tangga idealnya, bersamaan dengan musibah kecelakaan jatuh yang menimpa sang ayah hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Itu adalah masa tergelap dalam hidupku, ketika aku melihat keluargaku yang selama ini ingin kupertahankan selamanya perlahan berakhir," katanya.

Kendati diterpa rentetan ujian hidup yang berat, Shakira menilai seluruh proses tersebut pada akhirnya membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih tegar dan penuh kearifan.

"Aku telah melalui begitu banyak rasa sakit, tetapi pengalaman itu membuatku menjadi pribadi yang mungkin lebih bijaksana-atau setidaknya lebih kuat," curhatnya.

Ia berpendapat bahwa potensi bertahan hidup yang dimiliki manusia kerap kali baru muncul dan terlihat jelas sewaktu diterpa oleh badai kehidupan.

"Mereka bilang apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat, dan itu benar adanya. Lewat penderitaan dan kesulitan, kita justru menemukan seberapa kuat diri kita sebenarnya."

Sisi positif dan hikmah dari setiap kejadian kelam di masa lalu diyakini olehnya selalu ada untuk memberikan pelajaran hidup.

"Hidup kadang bisa sangat kejam, tapi hidup juga indah. Hidup terdiri dari terang dan gelap."

Rasa syukur tetap dipanjatkan olehnya atas segala dinamika kehidupan yang telah dilewati, termasuk kehadiran orang-orang yang pernah menorehkan luka.

"Aku berterima kasih pada hidup untuk setiap momennya, baik yang bahagia maupun yang menyakitkan. Bahkan orang-orang yang pernah membuatku menderita, karena mereka telah menjadi guru yang memberiku pelajaran berharga," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi