Sheila On 7 Rilis Lagu Sederhana dan Refleksikan Perjalanan Karier

Sheila On 7 Rilis Lagu Sederhana dan Refleksikan Perjalanan Karier

Grup musik legendaris Sheila On 7 resmi meluncurkan karya terbaru bertajuk Sederhana yang merefleksikan prinsip hidup para personelnya di tengah popularitas besar mereka. Lagu ini menjadi cerminan nyata dari kehidupan sehari-hari Duta, Eross, dan Adam yang tetap membumi meski berstatus sebagai figur publik ternama, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Vokalis Sheila On 7, Akhdiyat Duta Modjo, mengungkapkan bahwa meski mereka kini dikenal dengan gaya hidup yang bersahaja, timbulnya keinginan duniawi sempat dirasakan pada masa awal karier. Penyesuaian gaya hidup tersebut akhirnya bermuara pada prioritas pemenuhan kebutuhan fungsional dibandingkan sekadar mengikuti tren artis ibu kota.

"Selera dan cara menjalani hidup kami bertiga ini mirip-mirip. Zaman awal album pasti ada keingina, pas ke Jakarta lihat artis-artis lain pembawaannya seperti apa. Tapi akhirnya belanja kita lebih ke kebutuhan," kata Duta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Duta menambahkan bahwa terdapat perbedaan prioritas di antara para personel, seperti Eross Candra yang lebih memilih mengalokasikan dana untuk instrumen musik berkualitas tinggi. Meski sangat hemat dalam urusan pakaian, investasi Eross pada gitar dianggap sebagai langkah mendukung profesionalisme pekerjaannya sebagai musisi.

"Kami egois, gak mikirin pendengar," sambung Duta.

Pernyataan tersebut merujuk pada masa sulit saat peluncuran album Pejantan Tangguh pada 2004, di mana ego personel yang masih muda menyebabkan penurunan angka penjualan. Eross Candra mengakui bahwa pengalaman pahit di masa lalu, termasuk kegagalan dalam membeli barang yang tidak berguna, menjadi pelajaran berharga dalam mendewasakan pola pikir mereka.

"Manusia beda-beda, tapi saya tipikal orang yang harus ngerasain jatuh dulu baru tahu kalau jatuh itu sakit. Dulu beli barang cuma karena pengin, tapi gak kepakai itu pernah," aku Eross.

Eross juga menjelaskan bahwa setiap kejadian di masa lalu memberikan perspektif baru dalam proses kreatif penciptaan lagu. Ia menggunakan analogi pengalaman fisik untuk menggambarkan bagaimana dirinya mengekspresikan rasa dalam setiap lirik yang ditulisnya saat ini.

"Seiring berjalannya waktu, kalau keinginan datang lagi, saya lihat ke belakang. Saya bisa menulis tentang rasanya basah karena saya pernah jatuh ke sungai," ungkap Eross.

Masa-masa saat para personel berusia pertengahan 20-an diakui sebagai fase di mana mereka kerap mengabaikan arahan label rekaman demi kepuasan musikalitas pribadi. Eross menekankan pentingnya bagi musisi generasi baru untuk mengambil hikmah dari perjalanan karier Sheila On 7 agar bisa lebih bijak dalam berkarya.

"Setelah itu baru kami belajar. 'Oh oke, referensi yang seperti ini bijak kalau dituangkan di album, yang itu mending gak usah'. Jadi buat musisi baru, belajarlah dari pengalaman," tutur Eross.

Kini, band asal Yogyakarta tersebut memilih untuk tetap konsisten dengan identitas apa adanya sembari terus berkarya melalui referensi musik yang lebih matang. Pengalaman kegagalan komersial di masa lalu justru menjadi pondasi bagi Sheila On 7 untuk tetap bertahan di industri musik hingga saat ini.

"Secara industri mungkin penjualannya kurang (album Pejantan Tangguh) dibanding album sebelumnya, tapi secara kepuasan musik kami sangat puas," kata Duta.

Artikel terkait

Rekomendasi