Juru taktik asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, memberikan indikasi kuat akan memboyong sejumlah pilar Timnas Indonesia untuk memperkuat Persija Jakarta. Selain rencana transfer tersebut, ia juga berkomitmen untuk menerapkan strategi permainan yang lebih agresif bersama skuad Macan Kemayoran pada musim mendatang.
Langkah baru pelatih berusia 55 tahun ini di Ibu Kota langsung memicu spekulasi mengenai reuni dengan para pemain andalannya di skuad Garuda. Seperti dilansir dari Medcom, Shin Tae-yong menyampaikan rencana tersebut saat diperkenalkan secara resmi sebagai nakhoda baru Persija di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin, 8 Juni 2026.
Saat ini, beberapa nama yang kerap menjadi andalannya di level internasional sudah merumput bersama Persija, termasuk Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Jordi Amat. Kendati berminat mendatangkan pemain baru dari label tim nasional, eks pelatih timnas Korea Selatan itu menyebut proses tersebut harus menyesuaikan situasi kontrak sang pemain.
"Ya, pasti ada niat untuk bawa pemain-pemain timnas sebelumnya yang bersama saya. Tetapi kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa. Contohnya seperti kontraknya yang mungkin sudah terikat bersama tim sekarang dan lain-lain juga," ujar STY seperti dilansir Antara.
Bukan hanya sektor pemain, Shin Tae-yong juga mengonfirmasi bakal menyertakan para asisten setianya yang dahulu membantunya di Timnas Indonesia. Langkah ini diambil guna mempercepat internalisasi filosofi sepak bola yang diusungnya kepada skuad Macan Kemayoran.
"Untuk asisten pelatih, para wartawan juga pasti mengenalnya karena mereka sebelumnya ada di timnas juga," katanya.
Mengenai skema taktik, Shin Tae-yong membeberkan alasan perbedaan pendekatan bermain di level klub dan tim nasional. Menurutnya, gaya defensif yang sering terlihat di panggung internasional merupakan bentuk adaptasi terhadap kualitas lawan yang lebih tangguh.
"Memang saat di Timnas Indonesia karena lawan-lawannya lebih kuat dan lebih baik daripada Timnas Indonesia, jadi selalu kita bertahan dulu lalu melakukan counter attack," ujar STY.
Di kompetisi domestik, ia berambisi membangun karakter tim Persija yang lebih dominan melalui permainan ofensif yang cepat. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia berencana melakukan diskusi mendalam dengan manajemen klub guna menyelaraskan komposisi pemain asing yang dibutuhkan.
"Tetapi di liga mungkin perlu kita diskusi lanjut dengan Pak Panca dan orang-orang di Persija Jakarta untuk membawa pemain-pemain asing. Setelah itu pasti kita bisa melakukan permainan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih agresif menyerang," lanjutnya.
Persija Jakarta mengakhiri kompetisi BRI Super League musim 2025/26 di peringkat ketiga dengan raihan 71 poin. Skuad Ibu Kota berada di bawah Borneo FC yang menduduki posisi runner-up, serta Persib Bandung yang keluar sebagai juara.