Shin Tae-yong Miliki Catatan Kelam Dipecat Ulsan HD dalam Dua Bulan

Shin Tae-yong Miliki Catatan Kelam Dipecat Ulsan HD dalam Dua Bulan

Rumor mengenai Shin Tae-yong yang dibidik menjadi juru taktik baru Persija Jakarta sedang ramai diperbincangkan oleh pencinta sepak bola nasional.

Dilansir dari Suara, kelompok suporter Persija Jakarta atau The Jakmania perlu mengetahui bahwa pelatih asal Korea Selatan tersebut memiliki catatan kelam di level klub.

Shin Tae-yong tercatat pernah mengalami pemecatan singkat saat menangani klub papan atas Korea Selatan, Ulsan HD, karena dinilai gagal mengangkat performa tim.

Karier kepelatihan figur yang akrab disapa STY ini sebenarnya lebih banyak dihabiskan untuk menukari tim nasional dibandingkan klub profesional.

Perjalanan awalnya di dunia meracik strategi dimulai ketika dirinya menjadi asisten pelatih di klub Australia, Brisbane Roar, sejak Juli 2005 hingga Juni 2008.

Setelah berguru di Australia, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk menakhodai Seongnam FC yang kala itu masih bernama Seongnam Ilhwa Chunma.

Mengawali karier sebagai pelatih interim, ia kemudian diangkat menjadi pelatih kepala tetap dan sukses mengukir prestasi gemilang bersama Seongnam FC.

Ia berhasil mempersembahkan trofi bergengsi Liga Champions Asia 2010 serta gelar juara Piala FA Korea 2011 untuk publik Seongnam.

Selama memimpin Seongnam FC dalam 190 pertandingan, pelatih ini mengemas 82 kemenangan, 46 hasil imbang, dan menelan 62 kekalahan.

Prestasi tersebut membawanya masuk ke dalam jajaran tim kepelatihan Tim Nasional Korea Selatan untuk berbagai kelompok umur.

Ia memegang mandat mulai dari asisten pelatih tim senior, pelatih kepala skuad U-23 dan U-20, hingga puncaknya memimpin timnas utama di Piala Dunia 2018.

Pada turnamen akbar tersebut, ia membuat gempar dunia setelah Korea Selatan menumbangkan juara bertahan Jerman dengan skor meyakinkan 2-0.

Lima Tahun Bersama Timnas Indonesia

Tantangan baru di Asia Tenggara diambil olehnya pada Januari 2020 setelah resmi menandatangani kontrak dengan Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI.

Ia dipercaya memegang kendali penuh atas Timnas Indonesia lintas generasi, mulai dari level senior, U-23, hingga skuad U-20.

Kebersamaan yang erat dengan skuad Garuda tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya resmi selesai pada Januari 2025.

Pasca-menyelesaikan tugas di Indonesia, ia langsung mendapat kepercayaan menjabat sebagai Wakil Presiden Korea Football Association pada April 2025.

Pada saat yang bersamaan, ia juga mengemban amanah sebagai General Manager paruh waktu untuk mantan klubnya, Seongnam FC.

Catatan Buruk dan Pemecatan Singkat di Ulsan HD

Kerinduan pada atmosfer pinggir lapangan membuatnya kembali melatih setelah menerima pinangan dari manajemen Ulsan HD pada Agustus 2025.

Ulsan HD saat itu tengah mengalami periode sulit dan penurunan performa yang cukup drastis di kompetisi domestik.

Padahal, klub tersebut merupakan penguasa mutlak K League 1 dengan status juara bertahan tiga musim beruntun pada 2022, 2023, dan 2024.

Laga perdana bersamanya sempat menumbuhkan asa setelah skuad asuhannya menang tipis 1-0 saat menjamu Jeju SK.

Namun, performa tim langsung merosot tajam setelah mereka menderita tiga kekalahan beruntun yang memicu gelombang protes dari suporter.

Secara keseluruhan, ia hanya mendampingi tim dalam 10 pertandingan dengan hasil sangat minim berupa dua kemenangan saja.

Delapan pertandingan sisa yang dilewati oleh Ulsan HD di bawah arahannya berakhir dengan rentetan hasil imbang dan kekalahan.

Manajemen klub akhirnya bergerak cepat mengambil tindakan tegas dengan mendepak sang pelatih dari jabatannya.

Masa bakti kepelatihannya di Ulsan HD resmi berakhir secara tragis hanya dalam kurun waktu sekitar dua bulan saja.

Media lokal di Korea Selatan juga mengabarkan bahwa pemecatan tersebut dipicu oleh adanya ketegangan internal antara dirinya dengan beberapa pemain senior.

Meski memiliki noktah hitam di level klub, rekam jejak kepelatihannya di level internasional bersama Indonesia dan Korea Selatan tetap menjadikannya salah satu peracik strategi paling berpengalaman di Asia.

Artikel terkait

Rekomendasi