Model kecerdasan buatan ChatGPT memprediksi peluang Toluca untuk melaju ke babak final Concacaf Champions Cup 2026 mencapai 58 persen dalam simulasi yang dilakukan menjelang laga semifinal melawan Los Angeles FC (LAFC) pada Rabu, 6 Mei 2026.
Hasil dari 100 simulasi yang dilakukan menunjukkan dominasi tipis klub asal Meksiko tersebut dibandingkan wakil Amerika Serikat, LAFC, yang hanya mendapatkan 42 persen peluang lolos. Analisis data ini mempertimbangkan berbagai variabel teknis untuk menentukan pemenang yang akan memperebutkan gelar juara di Stadion Nemesio Diez.
Data simulasi menunjukkan bahwa kemenangan 1-0 merupakan skor yang paling mungkin diraih oleh klub berjuluk Diablos Rojos tersebut. Keunggulan tipis ini dinilai cukup untuk mengantarkan tim asuhan Antonio Mohamed ke partai puncak, didukung kembalinya bintang mereka, Alexis Vega, yang memiliki tingkat keterlibatan gol sebesar 65 persen dalam simulasi.
Faktor keberhasilan Toluca sangat bergantung pada gol cepat yang tercipta sebelum menit ke-30, sebuah skenario yang muncul dalam 72 persen simulasi kemenangan mereka. Kehadiran gol awal diprediksi akan memaksa LAFC bermain lebih terbuka dan memberikan ruang bagi serangan balik tuan rumah di ketinggian kota Toluca yang menguras fisik lawan.
Terdapat empat skenario utama yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan tersebut mengenai nasib Toluca di kompetisi antar klub Amerika Utara ini. Klub akan melaju jika menang dengan selisih dua gol atau lebih, atau menang 1-0 melalui keunggulan gol tandang, namun akan tersingkir jika pertandingan berakhir imbang atau kalah.
Pemanfaatan taktik oleh pelatih Antonio Mohamed juga menjadi kunci dalam simulasi, dengan penekanan pada tekanan tinggi dan bek sayap yang lebih ofensif. Teknologi AI menyebutkan bahwa kekalahan pada laga sebelumnya justru memberikan keuntungan psikologis berupa “derrota útil” atau kekalahan yang berguna bagi skuat Toluca.