Hubungan antara Atlético Madrid dan Barcelona dilaporkan kembali memanas akibat spekulasi bursa transfer pemain. Seperti diberitakan oleh Medcom, kubu Los Rojiblancos secara terbuka meningkatkan tensi perseteruan melalui serangkaian unggahan satir di akun media sosial resmi mereka.
Langkah tersebut diambil untuk mengejek berbagai rumor yang mengaitkan penyerang bintang mereka, JuliĂĄn Ălvarez, dengan Barcelona. Aksi ini dipicu oleh laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano yang menyebut Barcelona sedang menjalin komunikasi intensif demi merekrut sang pemain.
Barcelona bahkan dikabarkan telah mengajukan proposal penawaran resmi bernilai fantastis mencapai âŹ100 juta atau sekitar Rp2 triliun. Merespons laporan itu, AtlĂ©tico Madrid yang menegaskan tidak berniat menjual penyerang timnas Argentina tersebut langsung meluncurkan sindiran di media sosial.
Aksi saling sindir dimulai saat Atlético mengumumkan akan merilis pernyataan penting untuk meluruskan informasi keliru. Namun, mereka justru mengunggah foto editan penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal, yang tampak mengenakan jersi Atlético Madrid lengkap dengan tulisan "Breaking, Here We Go" khas Fabrizio Romano.
Dalam narasi unggahannya, Atlético berseloroh telah mengirimkan dokumen faks kepada manajemen Barcelona terkait tawaran barter untuk memboyong Yamal. Kompensasi yang ditawarkan berupa empat tiket konser musisi Bad Bunny, langganan koran ABC selama satu tahun, serta sebungkus kuaci.
"Kami menunggu respons mereka untuk menyiapkan pengumuman resmi," tulis akun resmi Atlético.
Sindiran Berlanjut ke Gavi dan Raphinha
Tidak berhenti di sana, Atlético berturut-turut mengunggah foto editan Gavi dan Raphinha dengan nada ejekan serupa. Untuk paket Gavi, Atlético bercanda menaikkan penawaran menjadi enam tiket konser karena tiket hari pertama sudah habis terjual.
Sementara untuk Raphinha, mereka membuat narasi paket hemat "3x1" berupa peminjaman sang pemain dengan opsi barter peminjaman staf internal tanpa opsi pembelian. Pihak klub akhirnya membongkar esensi utama di balik aksi teatrikal media sosial tersebut melalui platform Instagram dan X.
"Perlu diingat, kami hanya membutuhkan lima menit untuk membuat postingan palsu ini. Kita hidup di era ketika realitas dapat dimanipulasi. Jangan percaya semua yang Anda lihat, terutama jika itu berkaitan dengan Barca," tegas akun resmi Atletico.
Sentilan Terkait Kasus Negreira
Sindiran paling menohok diluncurkan ketika AtlĂ©tico mengungkit masalah hukum sensitif yang tengah dihadapi rivalnya tersebut, yaitu Kasus Negreira. Kasus ini merupakan penyelidikan yudisial atas dugaan pembayaran uang senilai âŹ8,4 juta dari Barcelona kepada perusahaan milik JosĂ© MarĂa Enriquez Negreira selaku mantan Wakil Ketua CTA sepanjang periode 2001-2018.
"Tentu saja kami tidak pernah terpikir untuk menggaji wakil ketua komite wasit atau menggunakan pengaruh politik demi mendaftarkan pemain. Hormat dan Hargai," sindir pihak Atletico.
Hingga informasi ini diturunkan, pihak Barcelona yang dimintai keterangan oleh jurnalis memilih untuk tutup mulut dan enggan memberikan tanggapan balik atas serangan digital tersebut.