Selebgram Sindy HVT memberikan klarifikasi resmi pada Selasa, 19 Mei 2026, guna menyanggah tuduhan perlakuan buruk terhadap mantan asisten rumah tangga dan pengasuh anaknya yang sempat viral di media sosial. Langkah hukum dan penjelasan ini diambil setelah narasi negatif yang berkembang dinilai sudah melenceng jauh dari fakta sebenarnya.
Persoalan tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun @gufy_bro di platform Threads, yang menuduh Sindy menahan gaji pekerja serta bertindak tidak manusiawi, seperti dilansir dari Suara. Tanggapan resmi kemudian disampaikan oleh Sindy guna meluruskan persepsi publik yang berkembang secara sepihak.
"Jujur sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka klarifikasi di sosial media, terlebih karna aku bukan siapa-siapa," kata Sindy dalam keterangannya kepada Suara.com.
Pernyataan tersebut disampaikan karena ia melihat rumor yang beredar di masyarakat sudah mulai dipercaya tanpa adanya konfirmasi dari kedua belah pihak.
"Tapi karena cerita yang beredar sudah semakin jauh dan mulai banyak yang percaya sepihak, aku mau meluruskan beberapa hal," katanya menyambung.
Terkait urusan logistik, Sindy menegaskan bahwa pasokan makanan di kediamannya selalu melimpah dan membebaskan para pekerja untuk mengonsumsinya. Menurutnya, tuduhan pemberian makanan bekas muncul dari kesalahpahaman saat pekerja menghangatkan makanan yang sudah ada.
"Di rumah selalu tersedia bahan makanan, telur, ikan, sayur, mie, snack, teh, kopi, gula dan kebutuhan lainnya tanpa dibatasi," ucap Sindy.
Ia menambahkan bahwa situasi pada malam yang dipersoalkan itu murni atas keputusan sang pekerja sendiri demi kepraktisan.
"Yang terjadi malam itu adalah ART memilih menghangatkan makanan yang masih layak makan daripada masakan baru karena malas memasak," katanya menjelaskan.
Mengenai pemulangan pengasuh anak, Sindy membeberkan bahwa keputusan tersebut diambil demi kenyamanan bayinya. Ia menilai kinerja sang pengasuh tidak memenuhi standar dan menunjukkan sikap yang kurang ramah terhadap anak.
"Aku yang mandiin, aku yang masakin anakku, seluruh keluargaku urus anakku. Kamu banyakan ngelamun dan main HP," imbuh Sindy.
Sindy memulangkan pekerja tersebut karena merasa ada ketidaknyamanan yang dirasakan langsung oleh sang anak selama diasuh.
"Saya memilih untuk memulangkan dia terlebih kerjanya juga enggak bener dan kasar terhadap anak aku, sampai anak aku sendiri merasa tidak nyaman."
Kondisi emosional pekerja yang tidak stabil akibat keguguran juga baru diketahuinya belakangan, yang menurutnya menjadi faktor penting dalam penilaian awal perekrutan pekerja rumah tangga.
"Jika aku tahu, aku pasti tidak akan terima kamu di awal. Karena hormon seorang ibu saat itu masih sangat berantakan dan butuh pemulihan," ujarnya.
Perkembangan terkini menunjukkan bahwa pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut telah mengakui kekeliruan mereka dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Sindy.
"Update terbaru hari ini, 19 Mei 2026, yang bersangkutan sudah meminta maaf dua kali tanpa ada paksaan apa pun, spontan meminta maaf karena saya jelaskan mengapa dia tega memfitnah saya," tuturnya.