Proses kreatif film Warkop DKI Viralin DOoOng! menghadirkan warna baru melalui keterlibatan dua penulis ternama asal Thailand, Ter Chantavit Dhanasevi dan Banjong Pisanthanakun. Seperti dikutip dari Medcom, kehadiran mereka menjadi bagian krusial dalam pengembangan naskah yang dibintangi oleh Tora Sudiro, Vino G. Bastian, dan Deddy Mahendra Desta.
Kerja sama lintas negara ini sengaja dilakukan demi memperkuat unsur komedi sekaligus memberikan sudut pandang segar pada alur cerita. Skenario film ini melewati proses pengembangan yang cukup panjang selama dua tahun hingga berhasil menemukan formula tepat untuk menghidupkan kembali roh Warkop DKI bagi generasi modern.
Produser Falcon Pictures, Frederica, memaparkan bahwa kolaborasi dengan para sineas Thailand tersebut bukan sekadar urusan profesional, melainkan juga menjadi wadah pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Ia mengakui bahwa proses pencarian penulis yang tepat untuk proyek ini sempat menghadapi jalan buntu.
"Kita sudah 5 kali ganti penulis untuk Warkop tapi tidak ketemu-ketemu. Akhirnya 2 tahun lalu kita bertemu dengan Banjong dan menjajaki kerjasama 2 negara, dan Banjong menyambut baik. Tapi kan memang budayanya beda, makanya kita ada 2 penulis, Indonesia dan Thailand. Ini idenya ini dari Ter Chantavit," ungkap Frederica di Jakarta.
Bagi Banjong Pisanthanakun, proyek ini merupakan pengalaman pertamanya dalam menyusun skenario untuk sinema Indonesia. Sutradara sekaligus penulis yang telah mencetak deretan film sukses di Thailand ini mengaku perlu mendalami banyak hal sebelum mulai merangkai cerita.
"Sebelumnya udah nonton film-film Falcon dan saya sebelumnya juga nonton film-film Warkop bersama tim penulis. Kesulitan kami karena Indonesia dan Thailand kan berbeda. Untuk itulah sebelum kita menulis skrip kita melakukan riset dulu," ungkapnya.
Tantangan serupa juga dirasakan oleh Ter Chantavit Dhanasevi. Penulis yang juga populer sebagai aktor di industri perfilman Thailand ini menganggap proyek tersebut sebagai sebuah tantangan baru dalam kariernya, serta berharap kerja sama kreatif antara sineas kedua negara dapat terus berjalan di masa depan.
"Ini pertama kali saya nulis skenario untuk film Indonesia. Biasanya nulis untuk film-film Thailand. Ini merupakan tantangan sekaligus. Mudah-mudahan bisa dapet job terus di sini," tambah Chantavit.
Penulis lain yang terlibat, Thamsatid, turut menyatakan kegembiraannya selama menjalani proses kreatif dalam proyek ini. Menurutnya, atmosfer menyenangkan sudah terbangun sejak awal masa penulisan naskah.
"Senang bisa menulis di film ini. Keseruannya terasa sejak mulai menulis," ujar Thamsatid.
Dari jajaran pemain, Tora Sudiro menyatakan kebahagiaannya karena bisa kembali terlibat dalam film yang mengusung nama besar Warkop. Ia tidak memungkiri adanya tanggung jawab besar yang dipikul karena franchise ini memiliki basis penggemar yang sangat masif.
“Setiap kali main Warkop, selalu ada rasa tanggung jawab. Tapi di film ini, kita juga banyak menikmati prosesnya. Ketawa di lokasi itu sering banget kejadian. Mudah-mudahan energi itu sampai ke penonton,” ujarnya.
Indro Warkop, selaku sosok yang konsisten menjaga warisan Warkop DKI, ikut memberikan pandangan mengenai esensi dari franchise legendaris ini. Ia menegaskan bahwa Warkop bukan sebatas nama atau karakter, melainkan nilai yang tetap relevan melintasi zaman.
“Warkop itu bukan hanya saya, Dono, dan Kasino. Warkop itu adalah nilai tentang persahabatan, kecerdasan dalam bercanda, dan keberanian menyampaikan kritik dengan cara yang ringan. Saya bersyukur generasi sekarang mau melanjutkan itu,” tuturnya.
Indro juga mengungkapkan rasa harunya saat menyaksikan antusiasme para aktor baru yang berupaya menyajikan kembali energi khas Warkop untuk penonton masa kini.
“Melihat mereka bertiga di atas panggung tadi, saya seperti melihat semangat Warkop hidup lagi. Itu yang paling penting," ujarnya.
Sutradara Herwin Novianto mengungkapkan bahwa tantangan paling berat dalam mengarahkan film ini adalah menjaga titik keseimbangan antara unsur nostalgia dan selera penonton modern. Dirinya ingin peminat lama tetap merasakan atmosfer khas Warkop, sekaligus mampu memikat generasi baru.
"Waktu pertama kali ditawarkan menyutradarai film Warkop DKI Viralin DOoOng..!! Terus terang saya deg-degan. Soalnya film ini bukan sekadar lucu-lucuan, tapi sebagai bentuk melestarikan Warkop DKI. Untuk menjadikan Desta sebagai Dono, awalnya saya ragu, karena orang ini ada aja, pas reading bercanda terus. Tapi pas dipasang giginya baru keliatan dia pantas memerankan Dono," katanya.
Film Warkop DKI Viralin DOoOng! dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.