Sinopsis American Gangster Kisah Nyata Frank Lucas Kuasai Pasar Heroin Harlem

Sinopsis American Gangster Kisah Nyata Frank Lucas Kuasai Pasar Heroin Harlem

Film drama kriminal yang diangkat dari kisah nyata selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi pemirsa. Salah satu karya yang dinilai tetap kokoh dan tidak lekang oleh waktu adalah American Gangster, seperti dilansir dari Suara.

Meskipun pertama kali diluncurkan pada tahun 2007, layar lebar besutan sutradara legendaris Ridley Scott ini tetap menjadi salah satu tontonan yang banyak dicari. Saat ini, film tersebut masih dapat disaksikan melalui platform Netflix.

American Gangster bukan sekadar sinema tentang peredaran narkotika. Karya ini merupakan potret sejarah kelam Amerika Serikat pada era Perang Vietnam yang diperkuat oleh akting dari dua pemenang Oscar, Denzel Washington dan Russell Crowe.

Di balik keberhasilan besar yang diraih, proses pembuatan film ini menuju layar bioskop ternyata cukup berliku. Pengembangan naskah sudah dimulai sejak tahun 2000 ketika Universal Pictures membeli hak adaptasi atas artikel majalah New York mengenai kebangkitan dan kejatuhan Frank Lucas.

Steven Zaillian, penulis naskah pemenang Oscar, menyusun draf setebal 170 halaman secara sangat terperinci. Kendati demikian, kendala anggaran membuat proses produksi sempat dibatalkan pada tahun 2004.

Proyek ini kemudian dihidupkan kembali pada Maret 2005 dengan menunjuk Ridley Scott sebagai sutradara. Proses pengambilan gambar dilakukan secara masif di berbagai sudut kota New York hingga ke Thailand demi mendapatkan esensi lokasi yang sesuai dengan aslinya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil positif di pasaran dunia. Sinema ini sukses meraih pencapaian gemilang dengan memboyong dua nominasi Oscar, termasuk kategori Aktris Pendukung Terbaik untuk legenda akting Ruby Dee.

Persaingan Bisnis Haram Blue Magic

Alur cerita bermula pada tahun 1968 di wilayah Harlem, New York. Karakter Frank Lucas awalnya merupakan seorang sopir sekaligus tangan kanan dari bos mafia kulit hitam ternama bernama Ellsworth "Bumpy" Johnson.

Ketika Ellsworth "Bumpy" Johnson meninggal dunia akibat serangan jantung, Frank Lucas melihat adanya kekosongan kekuasaan. Ia segera memanfaatkan situasi tersebut sebagai peluang bisnis yang besar di wilayahnya.

Alih-alih memilih bekerja di bawah kendali mafia Italia yang mendominasi pasar kala itu, Frank Lucas mengambil tindakan nekat. Ia pergi menuju kawasan "Segitiga Emas" di Thailand untuk membeli heroin murni langsung dari sumber utamanya.

Langkah tersebut berjalan mulus dengan memanfaatkan koneksi militer Amerika Serikat yang sedang bertugas dalam Perang Vietnam. Frank Lucas berhasil menyelundupkan narkoba kualitas tinggi ke Amerika Serikat dengan harga yang jauh lebih murah daripada para pesaingnya.

Produk haram yang diberi label "Blue Magic" tersebut langsung meledak di pasaran. Frank Lucas pun bertransformasi menjadi raja baru di Harlem, membangun bisnis legal sebagai kedok, serta mulai bergaul dengan selebriti dan politisi papan atas.

Namun, ketenangan bisnis Frank Lucas mulai terusik ketika seorang detektif bernama Richie Roberts ditunjuk untuk memimpin satuan tugas khusus pemberantasan narkoba. Berbeda dengan oknum polisi lain yang mudah disuap, Richie Roberts dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi.

Kesempatan untuk mengendus keberadaan sang raja heroin mulai terbuka lebar bagi pihak kepolisian. Momen tersebut terjadi saat Richie Roberts menghadiri sebuah laga tinju bergengsi yang ternyata juga dihadiri oleh Frank Lucas.

Artikel terkait

Rekomendasi