Film Fuze kini telah resmi menyapa para penggemar sinema di bioskop dengan menyuguhkan narasi thriller kriminal yang memacu adrenalin. Karya sutradara David Mackenzie ini menawarkan ketegangan intens melalui perpaduan aksi dan alur cerita yang sulit ditebak bagi penontonnya.
Seperti dilansir dari Suara, naskah film ini digarap oleh Ben Hopkins dengan melibatkan deretan aktor ternama. Nama-nama besar seperti Aaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbatha-Raw, hingga Sam Worthington turut memperkuat jajaran pemeran untuk menghidupkan intensitas cerita.
Plot film bermula dari penemuan mengejutkan sebuah benda mencurigakan di area publik yang sangat padat. Benda tersebut merupakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang terdeteksi masih dalam kondisi aktif dan sangat membahayakan nyawa banyak orang.
Temuan tersebut memicu respons cepat dari otoritas keamanan untuk segera melakukan sterilisasi lokasi. Mayor Will Tranter, yang diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson, mengemban tugas berat sebagai pemimpin operasi berbahaya demi mengamankan situasi lapangan yang kian mencekam.
Tranter bersama tim ahlinya berupaya keras mengevakuasi warga sipil sembari mencoba menjinakkan bom tersebut. Namun, di balik upaya penyelamatan tersebut, terdapat agenda kriminal besar yang berjalan beriringan dengan kondisi darurat yang sedang terjadi.
Pada saat yang sama, sosok Karalis yang dimainkan oleh Theo James sedang menyusun strategi perampokan bank berskala besar. Kelompok Karalis memanfaatkan kekacauan dan pecahnya fokus aparat keamanan yang tengah menangani ancaman ledakan bom di pusat kota.
Kekacauan semakin memuncak ketika aparat mulai membagi kekuatan mereka untuk mengejar kelompok perampok tersebut. Situasi menjadi tidak terkendali saat bom yang ditemukan akhirnya meledak sebelum proses penjinakan tuntas dilakukan oleh tim Mayor Tranter.
Setelah melancarkan aksinya, Karalis dan timnya berusaha melarikan diri dari kejaran petugas dengan mencari tempat persembunyian yang aman. Namun, konflik internal justru mulai pecah di dalam kelompok kriminal tersebut akibat adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh Karalis.
Langkah pengkhianatan ini membuat jalinan hubungan antar anggota perampok semakin keruh dan memperumit posisi mereka di tengah kepungan aparat. Film ini terus mempertahankan ritme ketegangan hingga titik akhir dari persinggungan antara penegak hukum dan pelaku kriminal.