Sitha Marino Bintangi Film Keluarga Suami Adalah Hama Usai Transformasi Fisik

Sitha Marino Bintangi Film Keluarga Suami Adalah Hama Usai Transformasi Fisik

Aktris Sitha Marino kembali membintangi layar lebar melalui film terbaru berjudul Keluarga Suami Adalah Hama di Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 April 2026. Penampilan terbarunya tersebut menonjolkan transformasi fisik yang lebih ramping sebagai hasil dari penerapan pola makan sehat dan rutin berolahraga.

Perubahan kondisi fisik menjadi faktor krusial bagi kembalinya adik kandung Putri Marino ini ke industri perfilman. Dilansir dari Suara, Sitha mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami periode sepi tawaran pekerjaan saat memiliki berat badan yang lebih besar sebelumnya.

"Jujur sebenarnya film Keluarga Suami Adalah Hama ini adalah film comeback aku setelah aku kurus sebenarnya. Iya dulu pas aku gembrot aku belum ada film-film sama sekali kan," kata Sitha Marino kepada awak media.

Kesempatan untuk kembali berakting muncul setelah tim produksi dari sutradara Anggy Umbara menghubungi dirinya. Kabar tersebut disambut baik oleh perempuan berusia 26 tahun itu sebagai momentum untuk berkarier kembali di dunia seni peran.

"Terus akhirnya pas aku udah turun berat badan, akhirnya dari timnya Mas Anggy (sutradara) ngehubungin. I'm so happy akhirnya aku balik lagi," tambah Sitha Marino.

Mengenai gaya hidup, kekasih Bastian Steel ini menegaskan bahwa dirinya tidak menempuh jalur diet ekstrem. Ia saat ini menjaga berat badan di kisaran 64 hingga 65 kilogram melalui kombinasi latihan fisik yang intensif.

"Aku 60-an (kilogram). 64, 65... Sekarang udah tentang olahraga dan juga makan yang sehat aja sih. Olahraganya aku weightlifting, pilates juga, terus sekarang lagi nyoba kardio," jelas Sitha Marino.

Selain faktor kesiapan fisik, Sitha memilih proyek ini karena ketertarikannya pada narasi yang diangkat. Film tersebut mengeksplorasi isu sensitif mengenai perempuan yang terjebak dalam lingkungan keluarga toksik namun mengalami kesulitan untuk menyuarakan pendapat mereka.

"Pas aku baca, ini tuh film sebuah urgensi menurut aku. Di mana banyak perempuan yang enggak berani bersuara karena takut salah ngomong. Banyak banget perempuan di luar sana yang merasakan seperti film ini tapi belum berani speak up," tutur Sitha Marino.

Melalui karakter yang diperankannya, Sitha berharap dapat memberikan dorongan bagi para perempuan untuk lebih berani menghadapi tekanan dalam hubungan keluarga. Ia menekankan pentingnya kejujuran terhadap perasaan sendiri daripada terus berada dalam penyangkalan.

"Kenapa aku mau ngambil ini adalah sebuah platform di mana nyuruh kayak, 'Lu, it's okay to feel that way,' Kalau lu mau speak up, go ahead. Enggak perlu takut karena kebanyakan perempuan mereka cuman kayak denial, padahal sebenarnya mereka tuh sakit," imbuh Sitha Marino.

Dalam proyek ini, Sitha beradu akting dengan aktor senior seperti Meriam Bellina dan Raihaanun. Proses adaptasi selama syuting diakui berjalan lancar berkat dukungan dari para pemeran senior meskipun ia sempat merasa gugup pada awalnya.

Artikel terkait

Rekomendasi