Pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel secara resmi menyerahkan daftar sementara 55 pemain kepada FIFA pada Senin, 11 Mei 2026, sebagai persiapan menjelang putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Langkah ini diambil setelah The Three Lions memastikan diri sebagai negara Eropa pertama yang lolos ke putaran final dengan rekor sempurna tanpa kekalahan sepanjang babak kualifikasi.
Inggris tergabung dalam Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama dalam turnamen yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 tersebut. Berdasarkan laporan Goal, daftar sementara ini mencakup nama-nama besar seperti Harry Kane dan kembalinya Luke Shaw, serta kejutan bagi beberapa pemain yang sempat terpinggirkan seperti Trent Alexander-Arnold, Danny Welbeck, dan Alex Scott.
Kapten timnas Inggris Harry Kane dipastikan menjadi tumpuan utama di lini serang setelah mencatatkan rekor 58 gol bagi Bayern Munchen di musim 2025/2026. Penyerang berusia 32 tahun tersebut membawa ambisi besar untuk menghapus kenangan pahit kegagalan penalti pada perempat final Piala Dunia 2022 saat menghadapi Prancis di Qatar.
"Secara pribadi, itu adalah momen paling sulit dalam karier saya," kata Kane dilansir dari FIFA melalui CNN Indonesia.
Kegagalan tersebut diakui Kane telah menempa mentalitasnya menjadi lebih kuat hingga mampu memecahkan rekor gol sepanjang masa timnas Inggris milik Wayne Rooney. Ia menekankan pentingnya bagi para pemain untuk tidak merasa terbebani oleh ketakutan akan kegagalan saat berlaga di panggung dunia.
"Tentu saja, saya harus benar-benar kuat secara mental untuk melaluinya, dan saya berhasil. Pada akhirnya saya merasa hal itu membuat saya jadi pemain yang lebih baik," ujar Kane menambahkan.
Kane juga mengajak rekan-rekannya untuk menikmati setiap momen di lapangan karena kesempatan bermain di turnamen besar sangatlah langka dalam karier seorang atlet. Ia berharap pengalamannya dapat membantu pemain muda tampil lepas tanpa beban mental yang berlebihan.
"Intinya, inilah impian Anda sejak kecil, dan saya rasa terkadang mudah untuk sampai di sini [Piala Dunia] dan kemudian takut kesempatan itu gagal. Namun, itu bagian dari kehidupan," tutur Kane.
Sebagai pemimpin tim, Kane menyadari besarnya harapan publik Inggris yang telah menantikan gelar juara dunia sejak tahun 1966. Meski tantangan di Amerika Utara sangat besar, ia percaya kebersamaan tim yang dibangun Tuchel akan menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
"Inilah yang kita perjuangkan. Itulah mengapa kita berada di lapangan dan berlatih setiap hari, untuk mendapat kesempatan seperti ini dan membuktikan diri di momen tersebut," tutur Kane.
Melalui wawancara dengan Babel Insight, Kane kembali menegaskan bahwa trauma masa lalu di Stadion Al Bayt telah berubah menjadi titik balik transformatif bagi karier profesionalnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan melewati masa kelam tersebut telah membentuk dirinya menjadi individu yang lebih tangguh.
"Itu secara pribadi merupakan momen yang sangat sulit dalam karier saya untuk dilalui," kata Kane.
Kane mendorong skuad The Three Lions untuk berani mengekspresikan kemampuan terbaik mereka di lapangan hijau. Menurutnya, tekanan tinggi dari penggemar harus dikelola dengan cara menikmati setiap detik pertandingan sebagai perwujudan mimpi masa kecil.
"Pastinya, saya harus menjadi sangat kuat secara mental untuk melaluinya – dan saya berhasil. Saya hampir merasa itu membuat saya menjadi pemain yang lebih baik pada akhirnya," ujar Kane.
Ketangguhan mental menjadi sorotan utama sang kapten agar para pemain debutan tidak terhambat oleh bayang-bayang kegagalan. Baginya, setiap sesi latihan keras yang dijalani bertujuan untuk memberikan performa terbaik pada momen-momen krusial di turnamen internasional.
"Intinya adalah ini yang kamu impikan sejak kecil, dan saya pikir kadang-kadang mudah untuk sampai di sini [ke Piala Dunia] dan kemudian mungkin takut akan momen tersebut atau takut gagal, tetapi itu adalah bagian dari kehidupan," tutur Kane.
Kane berkomitmen untuk membimbing para pemain yang lebih muda agar merasa bebas dari tekanan psikologis selama kompetisi yang berlangsung delapan minggu tersebut. Ia mengingatkan bahwa waktu tidak bisa diputar kembali bagi seorang pesepak bola profesional.
"Inilah tujuan kita hidup. Itulah mengapa kita berada di lapangan, itulah mengapa kita berlatih setiap hari, untuk memiliki kesempatan ini dan mengekspresikan diri kita pada momen tersebut," ucap Kane.
Pemain Bayern Munchen ini juga menegaskan pentingnya memanfaatkan setiap peluang yang ada karena durasi karier atlet yang relatif singkat. Ia ingin seluruh anggota tim berangkat dengan semangat kebebasan berekspresi.
"Ini jelas lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi di situ mungkin pemain berpengalaman seperti saya dapat membantu beberapa pemain muda untuk merasa bebas. Akhirnya, ini adalah karier yang pendek, dan kamu tidak mendapatkan kesempatan bermain di banyak turnamen besar, jadi mengapa menyia-nyiakannya dengan rasa takut? Pergi saja ke sana dan ekspresikan dirimu," kata Kane.
Kane mengakui bahwa ambisinya untuk mengangkat trofi semakin menguat seiring dengan meningkatnya kedewasaan dan pengalaman bertanding di level internasional. Bagi dirinya, Piala Dunia tetap merupakan pencapaian tertinggi bagi siapa pun yang berkarier di dunia sepak bola.
"Bagi saya, Piala Dunia adalah puncak dari karier pemain sepak bola profesional. Ini akan menjadi yang ketiga bagi saya, dan kegembiraannya hampir semakin kuat karena kamu tahu betapa berartinya hal itu," ujar Kane.
Mengenai masa depan setelah pensiun, Kane sempat menyinggung kekagumannya pada Tom Brady dalam menjaga kebugaran fisik di usia senja. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini masih sepenuhnya berada di lapangan hijau.
"Itu adalah sesuatu yang sulit bahkan untuk dipikirkan. Itu akan menjadi jembatan yang harus diseberangi ketika kita sampai di sana, saya rasa, karena masih ada jalan panjang yang harus ditinggal," tutur Kane.
Terkait harapan penggemar, Kane menyadari bahwa memenangkan Piala Dunia ibarat mendaki gunung yang sangat tinggi dan terjal. Ia berharap generasi emas Inggris saat ini bisa mencatatkan nama mereka dalam sejarah besar sepak bola negara tersebut.
"Sudah lama sekali [sejak Inggris memenangkan Piala Dunia] dan saya tahu betapa setiap penggemar Inggris mendambakan Inggris untuk menang. Kita semua berharap bisa menjadi bagian dari sejarah itu, dan mengukuhkan nama kita dalam sejarah itu, tetapi kita juga tahu ada gunung besar yang harus didaki untuk sampai ke sana," ucap Kane.
Persaudaraan di dalam tim menjadi aspek yang sangat ditekankan oleh pelatih Thomas Tuchel sejak mulai menangani skuad Inggris. Kane percaya bahwa koneksi emosional antar pemain sama pentingnya dengan penerapan taktik sepak bola yang canggih.
"Hal baik yang telah kami bangun dari waktu ke waktu, bahkan sebelum bos ada di sini, adalah kebersamaan itu. Thomas sangat menekankan hal itu sejak dia datang," ujar Kane.
Fokus utama kepemimpinan tim saat ini adalah memastikan kekompakan terjaga selama delapan minggu perjalanan turnamen. Ikatan persaudaraan yang kuat diyakini akan memberikan dampak positif pada performa tim di lapangan.
"Tentu saja, kamu punya taktik dan sisi sepak bolanya, tetapi ketika kamu pergi bersama rekan setim selama delapan minggu, ini banyak tentang bagaimana kamu terhubung dan persaudaraan yang kamu miliki," kata Kane.
Selain ketajaman Harry Kane, Inggris juga diperkuat oleh pertahanan kokoh yang mencatatkan rekor tanpa kebobolan melawan tim-tim seperti Serbia dan Albania selama kualifikasi. Thomas Tuchel dijadwalkan akan mengumumkan 26 pemain final yang akan dibawa ke Piala Dunia melalui siaran langsung dari Stadion Wembley pada Jumat, 22 Mei 2026.