Slank Bantah Berubah Kritik Melalui Republik Fufufafa Tetap Konsisten

Slank Bantah Berubah Kritik Melalui Republik Fufufafa Tetap Konsisten

Lagu Republik Fufufafa yang meluncur pada November 2025 memicu anggapan publik bahwa Slank baru kembali bersuara kritis mengenai kondisi Indonesia. Grup musik veteran tersebut sempat dinilai meredup dalam menyampaikan kritik selama masa pemerintahan Joko Widodo karena hubungan dekat mereka.

Pandangan tersebut langsung disanggah oleh pentolan Slank, Bimbim, yang menyatakan bahwa bandnya sama sekali tidak pernah bergeser dari prinsip awal. Seperti dikutip dari Suara, grup ini diklaim tetap konsisten dengan sikap mereka sejak masa lalu.

"Sebenarnya Slank nggak ke mana-mana kok, mereka aja yang berubah," kata Bimbim Slank ditemui di Gang Potlot, Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026.

Pernyataan senada disampaikan oleh sang gitaris, Ridho, yang merasa keberatan terhadap penggunaan istilah kembali ke setelan pabrik bagi Slank. Menurutnya, penilaian tersebut muncul karena publik kurang mengikuti rekam jejak karya mereka.

"Kalau kata gue, kalian jangan nulis 'setelan pabrik', berati kalian nggak ngerti Slank," kata Ridho memulai penjelasan.

Ridho memberikan bukti lewat album Pala Lu Peyang yang dirilis pada tahun 2017 sebagai bentuk protes nyata kepada jajaran pemerintahan.

"Di 2017, itu kan periode pertama (Jokowi)," kata Ridho.

Selain karya tersebut, ia juga menunjukkan konsistensi sikap kritis Slank melalui materi dalam album Vaksin yang beredar pada 2021.

"Jadi kalau sekarang baru kalian ngomong, berarti kalian nggak ngerti. Nggak ngamatin Slank dari 2014," kata gitaris slank ini.

Melalui pemaparan tersebut, Ridho mengharapkan agar tidak ada lagi opini yang menyebut Slank kembali ke setelan pabrik setelah meluncurkan lagu maupun album Republik Fufufafa.

"Jadi, better jangan tulis itu, bakalan menjadi aneh," ujar Ridho Slank.

Artikel terkait

Rekomendasi