Grup musik hardcore asal Sydney, Australia, Speed, berhasil memukau ribuan penonton dalam penampilan perdana mereka di festival Hammersonic 2026 pada Sabtu, 2 Mei 2026. Aksi panggung yang berlangsung di NICE PIK 2 tersebut menjadi bagian dari perayaan satu dekade festival metal terbesar di Asia Tenggara.
Dilansir dari Suara, kehadiran Speed menjadi salah satu momentum yang paling dinantikan oleh para penikmat musik cadas pada hari pertama gelaran tersebut. Meski cuaca Jakarta terasa panas, antusiasme massa tidak surut untuk memadati area panggung dan melakukan aksi mosh pit di tengah konser.
Vokalis Speed, Jem Siow, menyampaikan kekagumannya secara langsung saat melihat jumlah penonton yang membludak di hadapannya. Ia memperkirakan ribuan orang hadir untuk menyaksikan performa bandnya malam itu.
"Aku melihat ada sekitar, mungkin 5.000 atau 6.000 orang di sini malam ini? Itu gila banget, bro," ujar Jem Siow, Vokalis Speed.
Sebelum tiba di Indonesia, grup ini diketahui telah menyelesaikan rangkaian tur dunia ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Jem mengungkapkan bahwa tampil di Jakarta adalah momen yang telah direncanakan dan dinanti-nantikan oleh seluruh anggota band sejak lama.
"Aku harus mengakui, aku harus mengakui, kami sudah menunggu-nunggu untuk datang ke Indonesia," ucap Jem Siow, Vokalis Speed.
Ketertarikan band tersebut terhadap Indonesia didasari oleh reputasi komunitas hardcore lokal yang dinilai sangat kuat di level internasional. Jem memberikan apresiasi khusus bagi para penggemar di Jakarta yang terus menjaga eksistensi skena musik keras.
"Orang-orang di luar sana mungkin tidak tahu bahwa hardcore Indonesia adalah tempatnya, bro. Jakarta Hardcore!" katanya Jem Siow, Vokalis Speed.
Dalam interaksinya di atas panggung, ia juga sempat bergurau mengenai kendala komunikasi akibat perbedaan bahasa. Namun, ia menegaskan bahwa musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan tersebut.
"Persetan dengan itu, aku bahkan tidak tahu apakah kalian mengerti apa yang aku katakan," celetuk Jem Siow, Vokalis Speed.
Penegasan mengenai nilai-nilai persatuan dalam budaya hardcore menjadi poin utama yang disampaikan sang vokalis. Menurutnya, kesamaan visi dan budaya jauh lebih penting daripada latar belakang asal para penonton.
"(Perbedaan) itu tidak masalah, karena hal yang kita miliki ini, budaya yang kita bagi ini, mengisi semua celah itu, ya?" tutur Jem Siow, Vokalis Speed.
Menuju akhir pertunjukan, intensitas energi di area penonton semakin meningkat ketika band meminta massa untuk bergerak lebih aktif. Hal ini dilakukan untuk menciptakan koneksi yang lebih dalam antara penampil dan saksi sejarah Hammersonic tahun ini.
"Kita di sini untuk bersenang-senang, kita di sini untuk membuat mosh pit yang besar, kita di sini untuk terhubung karena kita berbagi nilai-nilai yang sama," ujar Jem Siow, Vokalis Speed.