San Antonio Spurs Tembus Final NBA 2026 Usai Singkirkan Thunder

San Antonio Spurs Tembus Final NBA 2026 Usai Singkirkan Thunder

San Antonio Spurs memastikan diri lolos ke babak Final NBA 2026 setelah menumbangkan juara bertahan Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 pada laga penentu gim ketujuh Final Wilayah Barat hari Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat.

Kemenangan di markas lawan tersebut membawa tim asuhan Mitch Johnson mengunci keunggulan seri menjadi 4-3 sekaligus merebut tiket Final NBA pertama mereka sejak tahun 2014 untuk menantang New York Knicks.

Victor Wembanyama memimpin perolehan angka San Antonio Spurs dengan sumbangan 22 poin dan 7 rebound, diikuti oleh Julian Champagnie yang mencetak 17 poin dan Devin Vassell yang memastikan kemenangan lewat sebuah aksi running dunk di detik-detik akhir.

Kekuatan lini serang Oklahoma City Thunder pincang setelah forward Jalen Williams absen akibat cedera hamstring kiri yang berulang dan guard Ajay Mitchell mengalami cedera soleus kanan, sehingga menyisakan Shai Gilgeous-Alexander sebagai motor serangan tunggal.

Shai Gilgeous-Alexander berjuang keras membukukan 35 poin dan 9 assist untuk Thunder, namun sentuhan performa buruk dari Chet Holmgren yang hanya mengemas 4 poin membuat tim tuan rumah gagal mempertahankan gelar juara mereka.

Sebelum laga penentu ini digelar, Victor Wembanyama sempat merefleksikan motivasi kebangkitan timnya pascakemenangan besar pada gim keenam di San Antonio.

"Kami belum menyelesaikan apa pun. Ketika punggung Anda sudah bersandar di dinding (terdesak), rasanya itulah kesempatan terbaik untuk membuktikan diri," kata Victor Wembanyama, pemain San Antonio Spurs.

Keberhasilan Spurs meredam dominasi Thunder juga mendapat perhatian dari bintang Golden State Warriors, Draymond Green, yang membela Shai Gilgeous-Alexander dari kritik media terkait banyaknya tembakan bebas yang didapat sang MVP.

"Going into Game 6, Shai had shot five more free throws on the series than Wemby," kata Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Green merasa heran dengan narasi media yang mencoba mengecilkan pencapaian Shai dalam kompetisi ketat playoff musim ini.

"But the whole complaint is, 'Shai's getting too many foul calls.' I don't understand it. 'Ah, man, he's foul baiting.' Shai, what I will say is: You've reached a new level of greatness, my man. Congratulations. Your hard work has payed off... you have sports media heads coming out and talking about what they don't like about your greatness." ujar Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Green membandingkan dedikasi Shai dengan rekan setimnya di Warriors, Stephen Curry, yang mampu merengkuh gelar juara saat meraih trofi MVP secara beruntun.

"I've been baffled watching people talk about Shai Gilgeous-Alexander," kata Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Green menyayangkan adanya upaya mendiskreditkan performa impresif Shai dengan tuduhan melakukan trik jatuh di lapangan.

"Like he just didn't win back-to-back MVPs... this guy who's been No. 1, hands down over the last two years, we're really going to try to discredit him and act like it's all because he flopped? It's because he drew some fouls?" tutur Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Green menilai pembicaraan seputar taktik foul-baiting tersebut mencerminkan penurunan kualitas dari analisis media olahraga saat ini.

"We’re talking about these things because sports media fcking sucks," cetus Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Kritik tajam tersebut dilontarkan Green karena menganggap media lebih fokus mencari cela daripada mengapresiasi bakat besar pebasket di atas lapangan.

"It’s awful. No one talks basketball anymore. But no one knows basketball anymore because the sht is just moving too fast, huh? Everything is moving too fast, and so we want to pinpoint the thing that we can slow down. Shai’s falling. Shai’s at the free-throw line. Everybody’s complaining about Shai getting too many foul calls. And going into Game 6, Shai had shot five more free throws on the series than [Victor Wembanyama]. But the whole complaint is Shai’s getting too many foul calls. I don’t understand it. ‘Oh man, he’s foul-baiting!'" sambung Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Green menyindir balik para pengkritik yang seolah-olah menganggap Shai memegang peluitnya sendiri demi keuntungan pribadi selama pertandingan.

"Shai, what I will say is, you’ve reached a new level of greatness, my man," kata Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Green menegaskan bahwa asumsi mengenai ketidakjujuran performa Shai ataupun keberpihakan wasit NBA sama sekali tidak mendasar jika melihat data statistik kedua tim.

"Congratulations. Your hard work has paid off. You’ve reached a new level of greatness because you’ve got sports media heads coming out and talking about what they don’t like about your greatness. Imagine that! You’ve got people coming out and talking about what they don’t like about your greatness! That’s incredible. As if Shai-Gilgeous-Alexander is running up and down the court with the whistle in his mouth, calling a foul for himself. That’s what we’re going to act like. We’re going to act like this man has on a zebra shirt, and he’s blowing the whistle for himself. Or we can just act like the complete integrity of the NBA is all off, and they’re just calling fouls for Shai Gilgeous-Alexander. The NBA ain’t got no integrity. They’re just calling fouls for one guy," jelas Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Menurut Green, argumen tersebut gugur dengan sendirinya mengingat Victor Wembanyama sebagai andalan kubu lawan juga mencatatkan jumlah tembakan bebas yang hampir setara.

"Fortunately, that theory doesn’t work, because the main guy on the other side, going into Game 6, has shot five less free throws. When all the complaining was happening; that’s why I’m saying before Game 7. Imagine that. So, that theory don’t work. So, maybe we can just appreciate greatness. I mean, I have been baffled watching people talking about Shai Gilgeous-Alexander… We’re really going to discredit him and act like it’s all because he flopped? You all think the NBA is that easy, to where this guy just flops and goes to the free-throw line, and he becomes the back-to-back MVP? In this league? We’re going to really dumb the NBA down to that? That’s a shame. It’s actually sickening." pungkas Draymond Green, pemain Golden State Warriors.

Di kubu Spurs, atmosfer penuh percaya diri memang sudah terbangun sejak mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah memenangi laga sengit di Frost Bank Center.

"Malam ini adalah hidup atau mati, dan banyak penggemar kami yang akan pulang dengan sangat bahagia," kata Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.

Kesiapan mental para pemain muda Spurs terbukti menjadi faktor pembeda saat mereka harus tampil di bawah tekanan ribuan pendukung Thunder.

"Kami akan pergi ke sana dengan mata terbuka lebar dan tidak mengharapkan apa pun selain kemenangan. Kami tahu mereka akan memberikan pukulan terbaik mereka, dan kami siap." tambah Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.

Kekalahan telak pada gim keenam tersebut diakui oleh pelatih kepala Oklahoma City Thunder, Mark Daigneault, sebagai bahan evaluasi utama timnya sebelum melakoni partai penentuan.

"Ketika Anda kalah dengan cara seperti malam ini, ada banyak hal yang seharusnya bisa kami lakukan dengan lebih baik. Itulah yang akan kami evaluasi," kata Mark Daigneault, pelatih Oklahoma City Thunder.

Daigneault sempat optimistis anak asuhnya mampu bangkit dan memaksimalkan strategi permainan di hadapan publik sendiri.

"Kami akan pergi ke sana (gim tujuh) dan memberikan kemampuan terbaik kami untuk mengeksekusi rencana permainan demi peluang menang." lanjut Mark Daigneault, pelatih Oklahoma City Thunder.

Terkait absennya Jalen Williams, Daigneault sempat mengapresiasi kegigihan sang pemain yang sempat memaksakan bermain selama 10 menit pada gim keenam walau kondisinya belum pulih dari cedera hamstring.

"He’s been hellbent on trying to get himself to this point. I give him credit. He’s a big team guy, big competitor," tutur Mark Daigneault, pelatih Oklahoma City Thunder.

Pihak tim medis akhirnya melarang Williams tampil pada gim ketujuh setelah melihat penampilannya yang kurang maksimal akibat belum melewati proses pemulihan secara penuh.

"He’s obviously not 100 percent. He didn’t know what to expect; I didn’t know what to expect. So it was a matter of getting him out there in an insulated role and see what he could bring to the team. … He hasn’t done a full return to play the way that he would," terang Mark Daigneault, pelatih Oklahoma City Thunder.

Keterbatasan skuad akibat cedera pilar utama ini pada akhirnya memaksa Shai Gilgeous-Alexander bekerja terlalu keras sepanjang laga penentu tersebut.

"I'm not sure, to be honest," ucap Shai Gilgeous-Alexander, pemain Oklahoma City Thunder.

Shai mengakui ketangguhan barisan pertahanan San Antonio Spurs yang bermain sangat agresif dan terus menekan ritme permainannya sejak kuarter pertama.

"A lot of the shots that I'm shooting, I shot plenty of times before. They feel good, and it's not good." keluh Shai Gilgeous-Alexander, pemain Oklahoma City Thunder.

Ia pun berlapang dada mengakui kekalahan timnya dari keunggulan fisik dan agresivitas yang ditunjukkan para punggawa muda Spurs.

"They [San Antonio] were the aggressors from start to finish. They played harder than us, hit more shots, were more aggressive, were in attack mode. We were on our heels." kata Shai Gilgeous-Alexander, pemain Oklahoma City Thunder.

Rangkaian pertandingan babak Final NBA 2026 antara San Antonio Spurs dan New York Knicks dijadwalkan akan mulai bergulir pada hari Rabu pekan depan.

Artikel terkait

Rekomendasi