Kelanjutan petualangan epik Din Djarin kini dapat disaksikan di layar lebar. Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu menghadirkan perjalanan emosional yang menguji kesetiaan di tengah situasi sulit.
Seperti dikutip dari Medcom, film ini disutradarai oleh Jon Favreau. Sinema tersebut menampilkan jajaran aktor ternama seperti Pedro Pascal, Sigourney Weaver, dan Jeremy Allen White.
Sinema Star Wars: The Mandalorian and Grogu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Mei 2026. Alur cerita yang disajikan mengambil masa setelah berakhirnya serial The Mandalorian di Disney+.
Pasca-runtuhnya Kekaisaran Galaksi, Din Djarin yang diperankan Pedro Pascal dan Grogu sempat menemukan kedamaian di planet Nevarro. Din yang kini resmi menjadi ayah angkat Grogu berusaha membangun kehidupan baru yang tenang.
Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama karena ancaman baru mulai mengintai galaksi. Para mantan petinggi militer Kekaisaran mulai menyusun kekuatan rahasia di bawah kelompok misterius bernama Shadow Council.
Din kemudian menerima tawaran dari Republik Baru untuk bergabung dalam misi spionase berbahaya di wilayah hukum terluar galaksi atau Outer Rim. Di bawah komando Kolonel Ward yang diperankan Sigourney Weaver, Din dan Grogu ditugaskan melacak serta menyelamatkan Rotta the Hutt.
Karakter Rotta the Hutt yang dimainkan oleh Jeremy Allen White merupakan putra Jabba yang diculik oleh jaringan kriminal bawah tanah. Tokoh ini menjadi kunci penting bagi Republik Baru untuk memperoleh informasi strategis pergerakan sisa Kekaisaran.
Perjalanan berbahaya tersebut membawa Din dan Grogu ke berbagai dunia penuh risiko, mulai dari arena gladiator yang brutal hingga planet terpencil. Di tengah pertempuran, Din harus menghadapi dilema antara tugas dan keluarga.
Ulasan Visual Live Action dan Karakter Baru
Tayangan ini dibuka dengan pertarungan epik di kawasan bersalju yang langsung memberikan sensasi ketegangan bagi penonton. Pertarungan tersebut menjadi jembatan perkenalan kehidupan baru bagi kedua karakter utama.
Penonton tidak perlu menyaksikan serialnya terlebih dahulu untuk menikmati film berdurasi 2 jam 12 menit ini. Alur cerita berjalan maju secara mandiri dengan penjelasan singkat mengenai karakter yang muncul melalui dialog.
Visual yang disajikan memperlihatkan berbagai tempat unik di galaksi, termasuk Nal Hutta yang merupakan planet asal ras alien Hutt. Tempat tersebut untuk pertama kalinya ditampilkan dalam format live-action.
Kemunculan karakter Rotta the Hutt menjadi kunci utama yang membawa Din Djarin dan Grogu ke dalam konflik yang lebih mendalam. Karakter ini mewakili sosok remaja yang sedang mencari jati diri di luar bayang-bayang sang ayah.
Hubungan antara Din Djarin dan Grogu memperlihatkan keseriusan hubungan ayah dan anak angkat yang saling melindungi. Meskipun terdapat beberapa transisi yang cukup mengganggu menjelang akhir film, tayangan ini tetap menghadirkan pertarungan seru bagi penggemar.