Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, membeberkan alasan di balik pemanggilan Matthew Baker ke skuad Timnas Indonesia senior untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengasah mental serta meningkatkan kepercayaan diri sang pemain muda.
Seperti dikutip dari Medcom, bek yang baru menginjak usia 17 tahun itu masuk dalam daftar 23 pemain pilihan pelatih John Herdman. Kehadiran Baker terhitung mengejutkan lantaran namanya tidak tercantum dalam daftar sementara 44 pemain yang disiapkan sebelumnya.
Awalnya, Baker diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-19 dalam turnamen ASEAN U-19 Boys Championship 2026. Kompetisi kelompok umur tersebut dijadwalkan berlangsung di Medan dan Deli Serdang, Sumatra Utara, pada 1 hingga 13 Juni 2026.
Keputusan menarik Baker ke tim senior dilakukan setelah ada komunikasi intensif antara Sumardji dan pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. Tim pelatih junior memberikan dukungan penuh karena menilai kesempatan ini sangat baik untuk perkembangan karier pemain kelahiran Melbourne tersebut.
"Jadi Matthew memang kemarin diskusi dengan saya, Coach Nova menyampaikan, 'Pak Mardji, ini Matthew dipanggil timnas senior'. Saya bilang, 'Lepas! Bagus sekali'," ujar Sumardji saat ditemui di sela-sela pemusatan latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Lingkungan latihan bersama tim senior dinilai menjadi ruang belajar yang krusial bagi perkembangan Baker. Sumardji memandang tantangan di level tertinggi sangat dibutuhkan untuk mempercepat kematangan performa sang pemain.
"Karena apa? Kami ingin memberikan terapi mental kepada Matthew agar supaya dia lebih percaya diri dan dia lebih baik lagi di Timnas U-19," lanjutnya.
Persiapan Menghadapi Oman dan Mozambik
Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni dua pertandingan uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat. Skuad Garuda akan menantang Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026.
Baker, yang sempat menarik minat dari Timnas Australia U-17, tetap berkomitmen memilih Indonesia. PSSI memberikan perhatian besar pada proses pembinaan karier sang pemain yang terus menunjukkan grafik penampilan positif.
"Sehingga, kehadiran Matthew memang ya kami di PSSI sangat mendukung dan sangat benar-benar berharap Matthew untuk bisa mentalnya ini lebih kuat lagi dan dia akan jadi pemain top," kata Sumardji.
Kebijakan memanggil Matthew Baker menjadi penanda keseriusan federasi dalam mengintegrasikan talenta muda berbakat ke level senior. Pengalaman atmosfer pertandingan internasional ini diharapkan mempercepat kematangan Baker sebelum kembali membela Timnas Indonesia U-19.