Kegagalan besar menimpa Chelsea setelah dipastikan absen dari seluruh kompetisi Eropa untuk musim mendatang. Kepastian pahit ini terjadi usai The Blues menelan kekalahan 1-2 dari Sunderland pada pekan terakhir Liga Inggris Premier League 2025/2026 di Stadium of Light.
Seperti dikutip dari Medcom yang melansir Antara, armada Chelsea sebenarnya memperlihatkan performa ofensif sejak menit awal. Kendati demikian, efektivitas penyelesaian peluang menjadi pembeda utama yang membuat tuan rumah sukses mengunci poin penuh.
Hasil minus ini memaksa Chelsea terlempar ke peringkat ke-10 klasemen akhir dengan torehan 52 poin. Sebaliknya, Sunderland merayakan keberhasilan finis di posisi ketujuh dengan raihan 54 poin sekaligus menyegel tiket ke Liga Europa musim depan.
Pertandingan langsung berjalan dengan tensi tinggi sejak sepak mula demi ambisi besar kedua tim. Cole Palmer menghadirkan ancaman pertama bagi gawang tuan rumah pada menit keempat lewat sepakan kerasnya.
Kiper Sunderland, Robin Roefs, tampil gemilang mengamankan bola tersebut guna menjaga kesucian gawangnya. Kubu tuan rumah membalas dua menit berselang melalui Enzo Le Fee, namun Robert Sanchez masih sigap mengantisipasi keadaan.
Joao Pedro hampir membawa Chelsea memimpin pada menit ke-15. Sayangnya, akurasi tembakan penyerang asal Brasil tersebut masih belum menemui sasaran yang tepat.
Kebuntuan di Stadium of Light akhirnya terurai pada menit ke-25 akibat kelengahan lini belakang tim tamu. Skema serangan balik Sunderland berawal dari umpan jauh Robin Roefs yang disambut oleh Luke O'Nien.
Bola kemudian dioper kepada Trai Hume yang langsung melepaskan tendangan first time tanpa melakukan kontrol terlebih dahulu. Bola bersarang telak di pojok kanan gawang Chelsea tanpa bisa dihalau Robert Sanchez.
Chelsea berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan secara beruntun. Joao Pedro kembali memperoleh kesempatan emas pada menit ke-38, tetapi bola masih menyamping hingga babak pertama usai.
Petaka Gol Bunuh Diri Malo Gusto
Memasuki paruh kedua, situasi justru semakin memburuk bagi klub London Barat akibat kelalaian di lini pertahanan. Tepat pada menit ke-50, sebuah sepakan dari Brian Brobbey membentur kaki Malo Gusto.
Arah bola yang berubah drastis mengecoh penjaga gawang dan masuk ke dalam jala sendiri. Gol bunuh diri tersebut merubah kedudukan menjadi 2-0 dan merusak ritme permainan anak-anak Chelsea.
Harapan untuk bangkit sempat menyala kembali bagi kubu tamu pada menit ke-56. Menerima sodoran dari Pedro Neto, Cole Palmer melepaskan eksekusi jarak jauh yang tidak mampu dibendung sempurna oleh Robin Roefs.
Skor berubah menjadi 2-1 dan memicu motivasi armada The Blues untuk menyamakan kedudukan. Akan tetapi, momentum kebangkitan tim tamu langsung runtuh tidak lama setelah gol tersebut tercipta.
Kartu Merah Wesley Fofana Jadi Titik Balik
Peluang Chelsea menyamakan skor kian menipis menyusul pengusiran Wesley Fofana oleh wasit pada menit ke-62. Bek berkebangsaan Prancis itu diganjar kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Wilson Isidor.
Sebelumnya, Fofana sudah mengantongi kartu kuning pertama setelah menjatuhkan Brian Brobbey. Bermain dengan 10 personel membuat organisasi permainan Chelsea menjadi pincang di sisa waktu pertandingan.
Sunderland yang unggul jumlah pemain menerapkan strategi bertahan yang sangat disiplin. Mereka sukses menetralisir setiap serangan frustrasi dari Chelsea hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit.
Kekalahan 1-2 ini menjadi pukulan telak yang mengubur impian Chelsea untuk berkompetisi di panggung internasional. Sementara bagi Sunderland, hasil ini menjadi penutup musim 2025/2026 yang sempurna di hadapan publik sendiri.