Chelsea gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa setelah ditaklukkan Sunderland dengan skor 1-2 di Stadium of Light pada pertandingan penutup Liga Inggris 2025/2026. Hasil ini membuat The Blues tertahan di peringkat kesepuluh klasemen akhir.
Kegagalan tersebut dipicu oleh performa tim yang dinilai tidak konsisten sepanjang musim, sebagaimana dilansir dari Suara. Chelsea menutup kompetisi dengan perolehan 52 poin setelah hanya mencatat satu kemenangan dari sembilan laga pamungkas.
Manajer interim Chelsea, Callum McFarlane, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pencapaian tim yang tidak sesuai dengan kualitas materi pemain yang ada.
"Kami seharusnya finis jauh lebih tinggi di klasemen. Dengan kualitas pemain yang kami miliki, kami seharusnya berada di Liga Champions. Kami terlalu tidak konsisten musim ini dan pada akhirnya itu merugikan kami," kata Callum McFarlane, Pelatih sementara Chelsea.
McFarlane juga membeberkan kondisi mental anak asuhnya setelah target minimal menembus kompetisi kasta kedua Eropa dipastikan sirna.
"Suasana di ruang ganti jelas penuh kekecewaan," kata Callum McFarlane, Pelatih sementara Chelsea.
"Kami ingin menang hari ini dan memaksimalkan situasi yang buruk dengan lolos ke Liga Europa."
Meskipun demikian, apresiasi tetap diberikan oleh McFarlane kepada skuad Chelsea atas dedikasi mereka selama masa transisi kepelatihannya sebelum posisi manajer utama diambil alih oleh Xabi Alonso musim depan.
Di kubu berseberangan, tambahan tiga angka mengantarkan Sunderland bertengger di peringkat ketujuh dengan raihan 54 poin sekaligus menyegel tiket ke Liga Europa.
Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah baru bagi klub promosi tersebut karena berhasil menembus panggung Eropa untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari setengah abad.
Manajer Sunderland, Regis Le Bris, memuji konsistensi dan motivasi tinggi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya hingga laga terakhir kompetisi.
"Rasanya luar biasa dan ini menunjukkan bahwa kami mempertahankan standar tinggi kami hingga akhir. Tiga atau empat pertandingan terakhir menunjukkan bahwa kami masih ambisius, itu fantastis," kata Regis Le Bris, Pelatih Sunderland.