Suporter Arsenal dan PSG Bentrok di Budapest Menjelang Final

Suporter Arsenal dan PSG Bentrok di Budapest Menjelang Final

Kericuhan antar pendukung sepak bola mewarnai persiapan laga puncak Liga Champions 2025/2026 di Budapest, Hungaria. Kelompok suporter Arsenal dan PSG terlibat dalam bentrokan fisik di pusat kota.

Aparat kepolisian Hungaria bergerak cepat dengan menangkap beberapa pendukung asal Inggris. Penangkapan tersebut dilakukan akibat tindakan perkelahian, perusakan armada kendaraan, serta kerusuhan di fasilitas publik, seperti dilansir dari Suara.

Sejumlah rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan perkelahian kelompok ini terjadi di Jalan Kiraly, Budapest. Beberapa suporter tampak saling memukul dan menendang, disertai pelemparan suar asap ke tengah kerumunan.Otoritas keamanan setempat menegaskan bahwa insiden ini sedang diselidiki sebagai perkara gangguan ketertiban kelompok. Petugas kini tengah memeriksa rekaman video guna mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat aksi kekerasan.

Berdasarkan laporan kepolisian, ketegangan mulai pecah selepas tengah malam ketika sejumlah oknum menyalakan serta melempar flare di area pusat kota. Keadaan tersebut memicu aksi saling serang antar kelompok pendukung rival.

Di samping bentrokan massal itu, seorang warga negara Inggris ditangkap pada Jumat sore di kawasan gerbang Champions Festival. Pria tersebut terlibat perkelahian dengan dua warga negara Portugal, dan ketiganya langsung diamankan atas tuduhan perilaku tidak tertib.

Petugas kemudian melakukan penangkapan kedua pada malam harinya terhadap seorang suporter Inggris. Pria tersebut ditahan setelah diduga memanjat dan menimbulkan kerusakan pada sebuah unit mobil.

Pertandingan final musim ini diproyeksikan menjadi salah satu operasi pengamanan terbesar dalam sejarah Hungaria. Sebanyak 4.000 personel kepolisian disiagakan di seputar Puskás Aréna dan titik-titik krusial di Budapest.

Pemerintah setempat memperkirakan ada sekitar 45.000 penggemar sepak bola yang berkumpul di kota tersebut. Bahkan, 10.000 suporter di antaranya diprediksi datang tanpa memegang tiket pertandingan resmi.

Komandan operasi pengamanan final, Janos Zoltan Kuczik, menyatakan bahwa pihak berwenang tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum di ruang publik.

"Kami akan bertindak tegas jika menemukan perilaku yang mengganggu ketertiban publik. Kehadiran suporter dari London dan Paris secara bersamaan di Budapest memang membawa risiko, tetapi tugas kami adalah meminimalkan risiko tersebut," ujarnya dilansir dari Dailymail.

Rencana pengamanan laga puncak ini telah digodok selama lebih dari satu tahun. Pihak Hungaria juga berkoordinasi dengan aparat di London dan Paris, serta mempelajari skema pengamanan final musim lalu di Munich.

Hingga Jumat malam, ribuan suporter terus membanjiri jalan-jalan di Budapest. Pendukung Arsenal memadati area fan zone dan rumah makan, sementara pendukung PSG mendapatkan pengawalan ketat polisi menuju stadion.

Antisipasi keamanan tidak hanya terpusat di Hungaria. Sejumlah pelaku usaha di kawasan Champs-Elysees, Paris, mulai memasang papan pelindung pada toko dan restoran mereka guna mengantisipasi potensi kerusuhan setelah pertandingan berakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi